METROINFONEWS.COM | MAKASSAR -Kader Sapma Pemuda Pancasila kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pertamina Regional 7 untuk menyampaikan keprihatinan atas kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. Rabu, 09 Oktober 2024
Puluhan peserta aksi mendesak manajemen Pertamina agar tidak melanjutkan kebijakan terkait aplikasi barcode yang seharusnya memudahkan akses bahan bakar, namun justru menyebabkan kesulitan bagi sebagian besar masyarakat.
Cimeng, sebagai jendral lapangan dalam aksi tersebut, dengan semangat membara menuntut pihak Pertamina untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem yang ada. Bebernya
Ia menekankan bahwa banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai aplikasi my Pertamina, sehingga proses pendaftaran menjadi kendala yang signifikan.
Aksi ini juga mengangkat beberapa tuntutan yang dianggap krusial. Dalam pernyataan sikapnya, Sapma Pemuda Pancasila Makassar menegaskan bahwa implementasi sistem barcode seharusnya tidak menghambat pengguna dalam mendapatkan bahan bakar. Sapma PP Makassar mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain:
1. Mendesak Pimpinan Pertamina Regional 7 untuk memberikan informasi yang memadai mengenai penggunaan sistem barcode tersebut
2. Sapma PP Makassar Meminta penyediaan fasilitas yang memadai agar semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil, dapat mengakses layanan dengan mudah pada saat pendaftaran barcode.
3. Mendesak Pertamina Regional 7 untuk meningkatkan sistem agar transaksi dapat berlangsung cepat dan tanpa kendala.
4. Sapma PP makassar Menyatakan bahwa penerapan sistem barcode dapat menyebabkan segmen masyarakat tertentu terpinggirkan, yang merupakan pelanggaran hak atas layanan publik.
5. Terjadinya dugaan kebocoran data pribadi yang diduga merupakan tindakan melawan hukum.
6. Sapma PP Makassar, Menyatakan, bahwa aplikasi barcode yang diterapkan tidak memenuhi standar yang dijanjikan, melanggar undang-undang perlindungan konsumen.
7. Mendesak Pertamina untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses untuk mendaftar di perangkat yang diperlukan.
8. Sapma PP Makassar, mengkritisi langkah-langkah pengisian BBM yang dapat memperlama proses transaksi.
9.Sapma PP Makassar, meminta, untuk menindak dugaan pencurian data pribadi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina.
Cimeng juga meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki dugaan pelaku pencurian data yang berhubungan dengan beberapa lokasi Pertamina.
Menanggapi aksi tersebut, Risdianto, salah satu perwakilan Pertamina Regional 7, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi pimpinan GM yang saat ini berada di Jakarta.
Ia juga mengakui bahwa informasi mengenai aksi tersebut diterima terlambat oleh pihaknya.
Meskipun demikian, Risdianto berjanji untuk menjadwalkan audiensi dengan Sapma Pemuda Pancasila kota Makassar untuk mendiskusikan tuntutan yang telah disampaikan.
Aksi ini mencerminkan kepedulian yang mendalam dari kader Sapma Pemuda Pancasila Makassar terhadap hak-hak masyarakat dalam mendapatkan layanan publik yang adil dan transparan.
Mereka berharap bahwa suara mereka didengar dan ditindaklanjuti demi kepentingan bersama.(Ir.H)

