Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

April 21, 2026

Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

April 21, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»HUKUM»Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.
HUKUM

Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

RuslanBy RuslanApril 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TAKALAR – Penanganan isu dugaan fee 20 persen pada proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Takalar kian semrawut. Bukannya mereda, klarifikasi yang disampaikan oknum berinisial HM melalui salah satu media online justru memicu gelombang kecaman dan memperkuat kecurigaan publik adanya praktik yang tidak beres.

Klarifikasi HM Dinilai Janggal

Dalam klarifikasinya, HM menyebut bahwa rekaman pembicaraan mengenai permintaan fee tersebut hanyalah candaan antara dirinya dengan sang keponakan (pihak yang merekam). Namun, klaim ini langsung dipatahkan oleh sumber di lapangan yang mengetahui bahwa orang yang merekam bukanlah keluarga atau kerabat HM.

Lembaga Rumah Hukum Indonesia (RHUKI) menilai alibi tersebut terkesan dipaksakan untuk menutupi fakta yang ada dan semakin melebar justru membuka jenis pelanggaran yang baru.

“Pernyataan yang menyebut itu hanya candaan dengan keponakan justru menjadi bumerang. Publik semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan, sebab di ketahui kalau pihak yang melakukan perekaman tidak memiliki hubungan keluarga, jelas ada kebohongan?” ungkap pihak RHUKI.

Adanya dugaan intervensi dan Pelanggaran kode Etik: Identitas Narasumber Dibocorkan

Naiknya berita klarifikasi dari narasumber dalam rekaman tersebut, justru semakin memperkuat asumsi publik terkait adanya dugaan upaya intervensi untuk membungkam kebenaran atas dugaan tindak pidana korupsi KDKMP fee 20% serta penyalahgunaan jabatan dan wewenang.

Seharusnya, wartawan dan media wajib melindungi identitas narasumber, terutama dalam kasus sensitif yang mengancam keamanan sumber tersebut. Pembocoran ini diduga kuat terjadi karena adanya intervensi dari oknum-oknum yang namanya terseret dalam pusaran isu fee proyek tersebut.

Dugaan Intervensi Terhadap Wartawan dan Aktivis

Analisis mengenai adanya upaya tekanan atau intervensi kepada sumber, wartawan, hingga aktivis LSM yang mengawal kasus ini. RHUKI menegaskan bahwa pola-pola intimidasi seperti ini tidak akan menyurutkan langkah mereka untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Ada dugaan intervensi kepada pihak-pihak yang menyuarakan kebenaran. Kami ingatkan, membocorkan identitas narasumber bukan hanya melanggar etik, tapi juga mencederai profesionalisme pers itu sendiri,” tambah perwakilan lembaga tersebut.

RHUKI kembali menegaskan komitmennya untuk segera melaporkan temuan bukti, termasuk rekaman yang ada, kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Mereka meminta APH tidak hanya fokus pada dugaan korupsinya, tetapi juga memantau adanya upaya tekanan terhadap saksi-saksi kunci.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleRapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.
Next Article Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

Berita Terkait:

PEMERINTAH April 21, 2026

Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

April 21, 2026 PEMERINTAH
PEMERINTAH April 18, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026 PEMERINTAH
DAERAH April 16, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.