Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

April 21, 2026

Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

April 21, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»PEMERINTAH»Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air
PEMERINTAH

Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

RuslanBy RuslanApril 21, 2026Updated:April 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TAKALAR (21/04/2026) – Ribuan hektar tanaman padi di sejumlah desa di Kabupaten Takalar kini berada dalam kondisi kritis akibat kekeringan ekstrem. Para petani menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa tanaman mereka akan mati kekeringan (fuso) jika pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang tidak segera mengalirkan air secara maksimal.

Berdasarkan data informasi yang dihimpun, wilayah terdampak meliputi: Desa Lengkese dan Bontomanai: Luas lahan terdampak mencapai kurang lebih 1250 Hektar.

Desa Bontokadatto: 900Ha, Tana-tana, Rajaya, Canrego, dan sekitarnya: Luas lahan terdampak mencapai kurang lebih 1.500 Hektar.

Kendala Teknis Bendungan Pammukkulu

Para petani sebenarnya menaruh harapan besar pada aliran irigasi dari Bendungan Pammukkulu. Namun, hingga saat ini distribusi air belum bisa dilakukan secara optimal.

Menurut keterangan salah satu pengurus pengairan setempat mewakili sejumlah petani yang terdampak, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bahkan melayangkan surat resmi kepada pihak Pompengan terkait krisis air ini. Namun, jawaban yang diterima justru mengecewakan para petani.

“Pihak Pompengan menyatakan air belum bisa dialirkan maksimal karena terkendala kapasitas talang air yang kecil. Talang tersebut tidak mampu menampung debit air sebesar 8 kubik, sementara di BP3 kapasitasnya tidak sampai sekian. Jika dipaksakan, air akan meluap dan memicu banjir di wilayah sekitar talang,” ujar pengurus pengairan tersebut menirukan penjelasan pihak Pompengan.

Desakan Petani

Merespons alasan teknis tersebut, para petani mendesak agar pihak Pompengan tidak sekadar memberikan alasan, melainkan segera melakukan langkah darurat atau solusi teknis cepat.

“Kami butuh air sekarang, bukan kah dana pengerjaan talang tersebut sudah cair di tahu lalu 2025 seharusnya sudah di kerjakan? namun kenapa pihak pompengan tidak mengerjakannya? Jika dalam waktu dekat air tidak sampai ke sawah, seluruh modal dan tenaga kami akan hilang karena padi mati kekeringan,” keluh salah satu petani di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang belum memberikan pernyataan resmi atau berhasil dikonfirmasi oleh awak media terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi kendala talang air tersebut.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleAlibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

Berita Terkait:

HUKUM April 21, 2026

Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

April 21, 2026 HUKUM
PEMERINTAH April 18, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026 PEMERINTAH
DAERAH April 16, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.