METROINFONEWS.COM | Gowa, – Dalam upaya nyata memperkuat ketahanan pangan lokal, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GRIB JAYA Sulawesi Selatan menyalurkan 1.000 botol pupuk cair gratis kepada para petani di Kecamatan Tombolo Pao dan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sabtu (5/07/2025).
Kegiatan sosial ini dilaksanakan di Desa Tonasa, Tombolo Pao, sebagai bagian dari program strategis “One Day One District” yang diinisiasi oleh Bupati Gowa, DR. Hj. Husnia Talenrang, SE., MM.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Ketua DPD GRIB JAYA Sulsel, Muhammad Amin, didampingi Ketua DPC GRIB JAYA Gowa, Rahmawang Busrah, S.Pd, dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, serta ratusan warga dan tokoh desa setempat.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Ini bentuk komitmen GRIB JAYA untuk hadir langsung di tengah rakyat dan memberikan solusi konkret,” tegas Muhammad Amin.
Bupati Gowa, Hj. Husnia Talenrang, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah GRIB JAYA yang dinilainya sebagai bentuk kolaborasi yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.
“Ini bukti bahwa sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah bisa memberi dampak langsung bagi rakyat. Terima kasih kepada GRIB JAYA,” ucapnya.
Ketua DPC GRIB JAYA Gowa, Rahmawang Busrah, menambahkan bahwa penyaluran pupuk ini merupakan awal dari program berkelanjutan untuk mendukung para petani di berbagai wilayah Gowa.
“Kami siap memperluas dukungan ini. Pertanian adalah pondasi ekonomi rakyat. GRIB JAYA ingin ikut menjaganya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa bantuan pupuk tersebut sangat tepat waktu, mengingat para petani sedang bersiap menghadapi musim tanam.
Perwakilan kelompok tani mengaku sangat terbantu dan berharap program serupa dapat terus berlanjut.
“Ini sangat membantu kami. Pupuk cair ini sangat kami butuhkan sekarang. Terima kasih GRIB JAYA dan Ibu Bupati,” ujar salah satu petani.
Aksi nyata GRIB JAYA Sulsel membuktikan bahwa dukungan terhadap petani tidak hanya bisa datang dari pemerintah, tapi juga dari elemen masyarakat yang peduli dan terorganisir. Dengan semangat gotong royong, mereka menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama.(/*)Ir.T

