METROINFONEWS.COM |Labuan Bajo,NTT – Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) mendesak pemerintah pusat untuk segera menghentikan rencana pembangunan ratusan fasilitas pariwisata di Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur.10/8/2025
Ketua Komite Pusat GRD (KP-GRD), Jimi Saputra, menilai rencana PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) yang akan membangun 619 unit fasilitas wisata di Pulau Padar berpotensi merusak ekosistem dan mengancam kelestarian komodo.
“Pembangunan tersebut akan menghilangkan sifat alamiah wisata TNK, mengancam keberadaan komodo, serta berpotensi memutus mata pencaharian masyarakat setempat akibat privatisasi kawasan,” ujar Jimi Saputra kepada wartawan, Minggu (10/8/2025).
Berdasarkan rencana, 448 unit di antaranya akan dibangun sebagai vila, sedangkan sisanya berupa restoran, pusat kebugaran, spa, kapela pernikahan, dan fasilitas lain. GRD menilai proyek ini bertentangan dengan fungsi utama TNK sebagai kawasan konservasi.
“Kawasan TNK adalah milik bersama untuk kehidupan seluruh masyarakat NTT, terutama warga Manggarai Barat yang menggantungkan hidup dari pariwisata berbasis alam,” tegas Jimi.
Ia menambahkan, privatisasi destinasi wisata TNK hanya akan menguntungkan korporasi, sementara masyarakat kehilangan akses dan pendapatan.
“Atas nama GRD, kami mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Kehutanan segera membatalkan rencana pembangunan tersebut. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap penghilangan mata pencaharian masyarakat setempat dan perusakan alam TNK,” pungkasnya.(/*)

