TAKALAR – Situasi keamanan di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, saat ini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, aksi kekerasan jalanan menggunakan anak panah (busur) yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja saat tengah malam sekitar pukul 02.00 .semakin meresahkan warga setempat.
Merespons kondisi tersebut, Ketua Pemuda Mangarabombang Berintegritas (PEMANTIK), Rahman Suandi, mengeluarkan imbauan keras dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan cepat dan taktis guna mengamankan wilayah yang kian tidak kondusif.
“Mangarabombang sedang tidak baik-baik saja. Kami meminta respons cepat dari aparat kepolisian untuk segera bertindak mengamankan situasi yang semakin meresahkan ini. khususnya wilayah marbo Jangan sampai jatuh korban lebih banyak baru ada tindakan masif,” tegas Rahman Suandi dalam keterangannya, Rabu (10/6).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi kriminalitas ini terjadi di wilayah Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, tepatnya di sekitar area Jalan Poros Tepo–Mangadu.

Sebuah rekaman CCTV yang mendadak viral di media sosial memperlihatkan detik-detik mencekam saat segerombolan remaja naik motor tiba-tiba melepaskan anak panah (busur) secara membabi buta. Ironisnya, serangan tersebut diarahkan langsung kepada pemilik toko dan pembeli yang berada di lokasi kejadian.
Selain mendesak penegakan hukum, Rahman Suandi juga menyoroti akar permasalahan yang dinilainya sudah sangat memprihatinkan terkait moralitas generasi muda saat ini.
Darurat Moralitas. Keterlibatan remaja dalam aksi kriminalitas bersenjata tajam menunjukkan adanya pergeseran nilai dan karakter yang mengkhawatirkan.
Butuh Sinergi. Selain patroli kepolisian, diperlukan peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memutus rantai kenakalan remaja ini.
Masyarakat Mangarabombang kini berharap pihak Kepolisian Resor (Polres) Takalar dan Polsek setempat segera menangkap para pelaku yang terekam kamera CCTV guna mengembalikan rasa aman dan tertib di Jalan Poros Tepo–Mangadu dan sekitarnya.
( DarwisTompo )
