METROINFONEWS.COM |Makassar –Dewan Komando Lingkar Aktivis Mahasiswa (LAM) Sulawesi Selatan (SULSEL) menyuarakan kekecewaan dan mempertanyakan komitmen Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat. Hal ini menyusul pernyataan Polda SULSEL di media sosial yang menyebutkan akan memulangkan 40 terduga pelaku penipuan online (pasobis) apabila dalam waktu 1×24 jam tidak ada laporan resmi dari korban.(Sabtu 26 April 2025)
Beberapa jam sebelumnya, Kodam VII/Hasanuddin berhasil meringkus 40 terduga pelaku utama dalam operasi pemberantasan penipuan online di wilayah SULSEL. Keberhasilan ini mendapat apresiasi luas, namun pernyataan Polda SULSEL dinilai bertolak belakang dengan semangat pemberantasan kejahatan siber.
Achmad Carlo, Dewan Komando LAM SULSEL yang juga merupakan keluarga korban pasobis, menyampaikan kritik tajam terhadap sikap Polda SULSEL. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya dugaan kuat perlindungan terhadap pelaku kejahatan.
“Apakah POLDA SULSEL tidak pernah bermain sosial media, tidak pernah melakukan crosscheck terhadap laporan masyarakat di Polres dan Polsek? Atau memang para pelaku penipuan online ini sengaja ada dugaan dilindungi oleh oknum aparat?” tegas Achmad Carlo di hadapan awak media.
Ia juga menyatakan bahwa slogan 3M POLRI (Mengayomi, Melindungi, dan Melayani) seakan hanya berlaku untuk pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan khusus. Achmad mengungkapkan bahwa ke-40 terduga pelaku telah mengakui perbuatannya di hadapan Kodam VII/Hasanuddin, bahkan disertai bukti rekaman pengakuan.
LAM SULSEL menyoroti adanya dugaan konspirasi jahat di balik pernyataan Polda SULSEL, mengingat laporan masyarakat terkait penipuan online selama ini diduga hanya menjadi formalitas belaka tanpa tindak lanjut hukum yang nyata. Hal ini menciptakan kecurigaan bahwa pelaku-pelaku pasobis sengaja Diduga dipelihara oleh oknum yang memiliki kepentingan besar.
Menariknya, saat para pelaku diamankan, terlihat seragam yang dikenakan menampilkan inisial tokoh politik ternama yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI. Fakta ini semakin memperkeruh suasana dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat SULSEL.
“Jika dalam waktu 1×24 jam benar terjadi pemulangan para terduga pelaku pasobis, maka LAM SULSEL akan menggerakkan aksi besar mengepung Mapolda SULSEL sebagai bentuk kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum di SULSEL,” tegas Achmad Carlo menutup keterangannya.
Situasi ini kini menjadi perhatian publik luas, menantikan langkah tegas dari Polda SULSEL untuk menjaga marwah institusi serta kepercayaan masyarakat.(/*)red

