Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pembangunan Rumah Layak Huni di Makassar Terhenti, Warga Penerima Bantuan Keluhkan Pekerjaan Mangkrak.

Oktober 4, 2026

Babinsa Kalukuang Turun Langsung Bagikan MBG, Wujud Sinergi TNI dan Pemerintah Dukung Generasi Sehat.

Oktober 4, 2026

Kunjungan Dinas Pendidikan, Kejaksaan, dan Polres Takalar Beri Titik Terang Revitalisasi SDN 95 Campagaya.

Oktober 2, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»TNI/Polri»LAM SULSEL Pertanyakan Komitmen POLRI Usai 40 Terduga Pelaku Pasobis Diamankan
TNI/Polri

LAM SULSEL Pertanyakan Komitmen POLRI Usai 40 Terduga Pelaku Pasobis Diamankan

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaApril 26, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Oplus_131072
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM |Makassar –Dewan Komando Lingkar Aktivis Mahasiswa (LAM) Sulawesi Selatan (SULSEL) menyuarakan kekecewaan dan mempertanyakan komitmen Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat. Hal ini menyusul pernyataan Polda SULSEL di media sosial yang menyebutkan akan memulangkan 40 terduga pelaku penipuan online (pasobis) apabila dalam waktu 1×24 jam tidak ada laporan resmi dari korban.(Sabtu 26 April 2025)

Beberapa jam sebelumnya, Kodam VII/Hasanuddin berhasil meringkus 40 terduga pelaku utama dalam operasi pemberantasan penipuan online di wilayah SULSEL. Keberhasilan ini mendapat apresiasi luas, namun pernyataan Polda SULSEL dinilai bertolak belakang dengan semangat pemberantasan kejahatan siber.

Achmad Carlo, Dewan Komando LAM SULSEL yang juga merupakan keluarga korban pasobis, menyampaikan kritik tajam terhadap sikap Polda SULSEL. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya dugaan kuat perlindungan terhadap pelaku kejahatan.

“Apakah POLDA SULSEL tidak pernah bermain sosial media, tidak pernah melakukan crosscheck terhadap laporan masyarakat di Polres dan Polsek? Atau memang para pelaku penipuan online ini sengaja ada dugaan dilindungi oleh oknum aparat?” tegas Achmad Carlo di hadapan awak media.

Ia juga menyatakan bahwa slogan 3M POLRI (Mengayomi, Melindungi, dan Melayani) seakan hanya berlaku untuk pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan khusus. Achmad mengungkapkan bahwa ke-40 terduga pelaku telah mengakui perbuatannya di hadapan Kodam VII/Hasanuddin, bahkan disertai bukti rekaman pengakuan.

LAM SULSEL menyoroti adanya dugaan konspirasi jahat di balik pernyataan Polda SULSEL, mengingat laporan masyarakat terkait penipuan online selama ini diduga hanya menjadi formalitas belaka tanpa tindak lanjut hukum yang nyata. Hal ini menciptakan kecurigaan bahwa pelaku-pelaku pasobis sengaja Diduga dipelihara oleh oknum yang memiliki kepentingan besar.

Menariknya, saat para pelaku diamankan, terlihat seragam yang dikenakan menampilkan inisial tokoh politik ternama yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI. Fakta ini semakin memperkeruh suasana dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat SULSEL.

“Jika dalam waktu 1×24 jam benar terjadi pemulangan para terduga pelaku pasobis, maka LAM SULSEL akan menggerakkan aksi besar mengepung Mapolda SULSEL sebagai bentuk kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum di SULSEL,” tegas Achmad Carlo menutup keterangannya.

Situasi ini kini menjadi perhatian publik luas, menantikan langkah tegas dari Polda SULSEL untuk menjaga marwah institusi serta kepercayaan masyarakat.(/*)red

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleSPBU No 13.242.406 Peudada Bireuen Seakan Kebal Hukum, Diduga Selewengkan BBM Subsidi
Next Article BMKI Soroti Polda Sulsel: Mengayomi Rakyat atau Melindungi Penjahat Siber?

Berita Terkait:

DAERAH September 5, 2026

Ekshumasi dan Otopsi Jenazah Hj. Mine Dg Jime Digelar di Mangadu, Hasil Forensik Masih Menunggu Pemeriksaan Laboratorium.

September 5, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 31, 2026

Babinsa Serka Samang Bersama Damkar Padamkan Kebakaran Lahan Tebu PTPN di Polsel.

Agustus 31, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 21, 2026

Jaga Kebugaran dan Kekompakan, Prajurit Kodim 1426/Takalar Bersama Persit Rutin Senam.

Agustus 21, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.