Baubau – Sebanyak 1.350 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang kembali dilaksanakan secara virtual pada 29 Juli 2021 di Baubau, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Praktisi Pendidikan Winda Widyastuti, Founder Sekolah Jelajah Dunia Suhardiyanto, peneliti sekaligus praktisi Anak Fanti Frida Yanti, dan Youtuber Andi Loppes. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Richard Lioe selaku peneliti pada Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Suhardiyanto yang membawakan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, sejumlah syarat agar belajar daring bisa efektif, antara lain guru mampu menemukan potensi masing-masing siswanya, menentukan tujuan dan target belajar, membuat lingkungan dan suasana belajar yang nyaman serta positif, serta apresiasi hasil belajar anak.
Berikutnya, Andi Loppes menyampaikan materi berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Ia mengatakan, cyber-bullying atau perundungan di dunia maya dapat berupa tindakan intimidasi, mempermalukan, penghinaan, atau pelecehan yang disengaja. Efek dari tindakan tak terpuji ini cukup dahsyat, bahkan sejumlah artis bunuh diri atau mencoba menyakiti diri sendiri akibat tak tahan dengan tekanan yang diterimanya. “Sampaikan pada anak pentingnya etika di media sosial, serta mencegah dirinya dari pelaku cyberbullying. Pendidikan dasar bagi anak ini dimulai dari keluarga,” ujar dia.
Sebagai pemateri ketiga, Winda Widyastuti membawakan tema tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurut dia, guru punya peran penting untuk mengantarkan anak sukses belajar daring. Misalnya, dengan menyiapkan konten yang menarik dalam pembelajaran serta siap menyesuaikan diri dengan perubahan situasi dan kondisi siswa.
Adapun Fanti Frida Yanti, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, kewajiban belajar daring berpotensi membawa sejumlah persoalan, seperti keamanan informasi anak, adanya interaksi serta perhatian dengan orang yang dikenal, serta anak melihat konten yang tidak pantas di internet. Sedangkan kiat orang tua agar anak aman menggunakan internet adalah selalu mengawasi serta membuat aturan main penggunaan gawai.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Bagaimana peran orang tua dan pemerintah dalam pengawasan anak di bawah umur,” tanya Ridla Agustiawan yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Baubau. Menurut Winda Widyastuti, orang tua bisa memanfaatkan fitur yang berfungsi untuk memantau penggunaan gawai anak, sedangkan upaya pemerintah sejauh ini lewat pemblokiran laman yang mengandung pornografi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

