METROINFONEWS.COM | MALUKU – Camat Amalatu , Rafly Al Ydrus menghimbau agar Masyarakat di Kecamatan Amalatu tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya isu ketidak harmonisnya hubungan persaudaraan antara Negeri Latu, Negeri Tomalehu dan Negeri Hualoy.
Pasalnya, baru baru ini melalui Postingan akun Facebook bodong menebar kebencian terhadap ketiga Negeri bertetangga dan kemudian disusul informasi dari Via WhatsApp yang membeberkan keterangan jika Negeri Latu, Tomalehu , dan Negeri Hualoy sementara bertikai.
Informasi yang dilayangkan itu sendiri tidak benar adanya dan bersumber dari akun bodong alias akun palsu yang saat ini masih diusut.
Realitanya, Masyarakat Negeri Latu , Negeri Tomalehu dan Negeri Hualoy sendiri ada aman aman saja , tidak seperti yang diinfokan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab itu.
Hal ini disampaikan Rafly kepada awak Media Selasa (8/4/25) lewat Via WhatsApp.
Postingan itu sendiri diduga sengaja dimainkan oleh pihak atau oknum yang tidak bertanggungjawab guna memecah belah persaudaraan antara ke Tiga Negeri bertetangga di Kecamatan Amalatu.
Sehingga Rafly mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi yang diterima, terutama dari media sosial. Mari kita jaga kedamaian di wilayah kita agar hubungan persaudaraan kita tetap harmonis”. Imbau Rafly
Bukan hanya itu, Camat Amalatu juga menginstruksikan kepada Kepala Desa Latu, Hualoy dan Tomalehu agar tetap menjaga Komunikasi sehingga dapat menangkal segala informasi yang beredar di Masyarakat.
Lanjutnya, kita harus mampu melawan hoax, mengendalikan diri terhadap isu-isu yang meresahkan termasuk berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Saat ini banyak orang atau kelompok yang mau memecah belah Persatuan dan Keharmonisan warga untuk kepentingan mereka maka dengan itu warga harus waspada dengan situasi/ isu tersebut dengan cara jangan mudah terprovokasi, tetapi pergunakan waktu luang dengan sesering mungkin melakukan kegiatan bersama–sama untuk menciptakan persaudaraan dan terciptanya kehidupan bermasyarakat harmonis”. Tutup Al Ydrus (ekdar/red)

