Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wakil Bupati Takalar Resmi Membuka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Takalar di Pesantren Al Qamar.

April 29, 2026

Tokoh Masyarakat Kelurahan Mannongkoki Sukses Dirikan Koperasi “PUNGGAWA”.

April 28, 2026

Siap Jaga Stabilitas Harga,TNI Kawal Langsung: Stok Beras Bulog Malewang 1.516 Ton.

April 28, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Tengku Zulkarnain Kritik Kegiatan Penyusunan Naskah Khutbah Kementerian Agama, Ustadz Ahong: Tujuannya Biar Khutbah Jum’at Itu Mengademkan, Bukan Memanaskan
DAKWAH

Tengku Zulkarnain Kritik Kegiatan Penyusunan Naskah Khutbah Kementerian Agama, Ustadz Ahong: Tujuannya Biar Khutbah Jum’at Itu Mengademkan, Bukan Memanaskan

By November 28, 2020Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kementerian Agama mengadakan kegiatan penyusunan naskah Khutbah beberapa hari lalu. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari Ormas Islam, pengurus masjid, pendakwah, dan intelektual Muslim. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat kritik keras dari Tengku Zulkarnain. Dalam cuitan Twitternya, dia mengatakan, “Jangan seperti Belanda minta tanah. Awalnya alternatif, ujungnya wajib dibaca”. Tengku Zulkarnain mempertanyakan maksud dari pembuatan naskah khutbah Jum’at ini. “Apa sebenarnya maksud kalian? Semakin transparan syahwat politik kekuasaan di dalamnya”, kata Ustadz yang sekarang tidak lagi menjadi pengurus MUI.

Ustadz Ahong sebagai salah satu peserta kegiatan menampik tuduhan yang diutarakan Tengku Zulkarnain. Ustadz Ahong mengatakan, “Kementerian Agama hanya menfasilitasi kegiatan, yang menyusun naskahnya adalah perwakilan dari pengurus masjid, Ormas Islam, dan peserta undangan lainnya. Tujuan yang ingin dicapai itu agar khatib Jumat tidak menyampaikan khutbah caci maki dan menyudutkan kelompok lain yang berbeda”.

Menurut Ustadz Ahong, pada dasarnya khutbah Jumat diselenggarakan untuk mencipatakan ketakwaan dan kepekaan sosial sesama umat beragama dan penduduk NKRI. Jangan sampai, khutbah Jumat itu justru membangkitkan marah masyarakat Muslim. Khutbah Jumat itu seharusnya mengademkan, bukan memanaskan.

Dahulu, kata Ustadz peraih MAARIF award tersbut, Umar bin Abdul Aziz membuat aturan agar semua khatib pada masanya menutup khutbah dengan surah al-Nahl ayat 90. “Allah meminta berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan….” Ini tidak ada pada masa Nabi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz membuat kebijakan itu menggantikan apa yang sudah dilakukan Bani Umayyah. Pada masa Bani Umayyah, khutbah Jumat itu isinya cacian pada Imam Ali bin Abi Thalib.

“Jadi, apa yang dilakukan Kementerian Agama itu perlu kita dukung” Tegas Ustadz Ahong

Terakhir, Ustadz Ahong menjelaskan, kementerian Agama bukan ingin menyeragamkan khutbah Jumat untuk seluruh masjid sebagaimana yang terjadi di negara-negara kerajaan yang berpenduduk mayoritas Muslim. Di sana khutbah diseragamkan. Khatib hanya membaca apa yang sudah ditetapkan tim dari negara. Kementerian Agama hanya ingin mengajak para khatib masjid untuk menyusun khutbah Jumat yang sesuai dengan nilai Islam wasathiy, dan tidak penuh caci maki. Kalau naskahnya sudah jadi, penggunaannya dikembalikan kepada khatib masing-masing masjid, apakah mau dipakai atau tidak.

*Jangan lupa follow Twitter Ustadz Ahong

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKisah Remaja Imigran Muslim dalam Film Blinded By The Light (2019)
Next Article Bersih-bersih Kepengurusan MUI, Tengku Zulkarnain Dkk Terdepak

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAKWAH Februari 4, 2026

Jelang Penyerahan SK PPPK, Sekda Langsa Turun Langsung Rapikan Barisan

Februari 4, 2026 DAKWAH
DAKWAH Januari 16, 2026

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Nursam Isi Hikmah Isra Mi’raj di Kodam Papua Selatan

Januari 16, 2026 DAKWAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.