METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH –Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh terus berkomitmen dalam mengoptimalkan program pembinaan, pendidikan, kesehatan dan keagamaan bagi Anak Binaan. Hal ini ditunjukkan lewat pergelaran Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 13 stakeholder terkait pada Rabu (27/8).
Ka. LPKA Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., dan seluruh jajarannya menyambut baik kedatangan dan kehadiran dari perwakilan masing-masing stakeholder, meliputi;
1. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh.
2. Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh.
3. Kementerian Agama Banda Aceh.
4. Badan Narkotika Nasional Banda Aceh.
5. Dinas Kesehatan Aceh Besar.
6. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USK.
7. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar Raniry.
8. Fakultas Psikologi UIN Ar Raniry.
9. Fakultas Psikologi UNMUHA.
10. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia USK.
11. Prodi Bimbingan Konseling USK.
12. Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik.
13. Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar.
Giat yang dilangsungkan didalam Gedung Serbaguna ini bertujuan untuk mewujudkan program pembinaan menjadi lebih baik, tepat, efektif dan efisien sebagai bagian dari upaya optimalisasi kinerja organisasi.
Penandatanganan PKS ini melibatkan lansung Ka. LPKA Banda Aceh dengan pimpinan 13 Stakeholder dengan disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Yan Rusmanto, Bc.IP., S.Sos., M.Si. yang dalam sambutannya mengatakan bahwa anak binaan juga merupakan aset masa depan bangsa yang harus dibina dengan benar dan baik. “Para Anak Binaan disini sebetulnya termasuk aset bagi masa depan, barangkali kedepannya dari mereka ada yang menjadi polisi, tentara atau ASN, oleh sebab itu dibutuhkan kekuatan untuk saling sinergi dan kerjasama antar instansi untuk membina dan membimbing mereka seperti melalui penandatanganan PKS hari ini,” ujar Rusmanto.
Pada kesempatan pembuka, Ka. LPKA Banda Aceh mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan kedatangan para pimpinan stakeholder. “Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan serta kepedulian yang diberikan pada kami LPKA. Semoga dukungan ini dapat meningkatkan kinerja, inovasi, dan kreativitas dalam hal pembinaan dan pembimbingan sehingga tugas untuk melayani masyarakat dan pemenuhan Hak Anak Binaan dapat berjalan lebih maksimal,” ucap Yusnaidi.
Sementara itu, pimpinan DP3A Aceh, Meutia Juliana, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menuturkan bahwa anak harus terus dilindungi dan disayangi. “Kami secara aktif bekerja untuk mencegah kekerasan pada anak dan membimbingnya melalui program pendampingan jangka panjang bagi korban dengan pendekatan komprehensif dalam menangani kasus anak, termasuk di Lapas Anak ini. Dinas kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat upaya perlindungan anak dan perempuan, serta memastikan efektivitas penanganan perkara,” ucap Meutia.
Turut dipersembahkan karya kreatifitas tarian ranup lampuan, didong hingga paduan suara oleh para anak binaan yang telah dipelajari selama berada dalam masa pembinaan. Acara ini ditutup dengan pertunjukan Band oleh pegawai LPKA Banda Aceh. Kegiatan Berlangsung lancar dan tertib.(FAHRUL)

