Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»PLT Kadis Koperindag Langsa “Harris Gusnally” Diduga Asal Bapak Senang, Pedagang Buah “Diusir” ke Pasar Sayur Tanpa Solusi
DAERAH

PLT Kadis Koperindag Langsa “Harris Gusnally” Diduga Asal Bapak Senang, Pedagang Buah “Diusir” ke Pasar Sayur Tanpa Solusi

By Februari 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Kebijakan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Langsa, Harris Gusnally SE, MH. kembali menuai kecaman keras. PLT Kadis Koperindag Langsa diduga bekerja dengan pola asal bapak senang dengan menunjuk Pasar Sayur sebagai lokasi baru lapak pedagang buah, tanpa kajian dan tanpa solusi yang berpihak kepada pedagang kecil.

Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan pejabat terhadap nasib rakyat kecil. Pedagang buah mengaku tidak pernah diajak berdialog, tidak diberikan pilihan, dan tidak disodorkan solusi nyata selain “pindah atau dibongkar”.

Para pedagang buah Jalan Kereta Api arah ke Pasar Ikan menilai Pasar Sayur sama sekali tidak layak untuk penjualan buah. Selain sepi pengunjung, lokasi tersebut dinilai tidak sesuai dengan karakter pasar buah, sehingga kebijakan ini diduga kuat akan mematikan usaha pedagang secara perlahan.

“Ini bukan penataan, ini pengusiran berkedok aturan,” ujar salah satu pedagang buah dengan nada kesal. Ia menyebut kebijakan tersebut hanya enak di laporan, namun menyengsarakan di lapangan.

Dugaan bahwa PLT Kadis Koperindag, Harris Gusnally hanya untuk menyenangkan atasan pun mencuat. Pedagang menilai kebijakan tersebut lebih berorientasi pada kepentingan birokrasi ketimbang keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka mengenai dasar hukum, kajian teknis, maupun analisis dampak ekonomi dari pemindahan lapak tersebut. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kebijakan diambil secara serampangan dan tidak profesional.

Ironisnya, di tengah gencarnya jargon pemberdayaan UMKM, pedagang justru dipaksa menerima kebijakan yang berpotensi membuat mereka gulung tikar. Banyak pedagang mengaku memiliki cicilan dan tanggungan keluarga yang terancam akibat kebijakan ini.

Kebijakan penunjukan Pasar Sayur sebagai lokasi lapak buah ini dinilai sebagai bukti lemahnya kepemimpinan dan minimnya empati sosial di tubuh Koperindag Langsa. Pedagang merasa dijadikan korban dari kebijakan instan tanpa perhitungan.

Hingga berita ini diterbitkan, PLT Kadis Koperindag Langsa, Harris Gusnally belum memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait tudingan bekerja asal bapak senang maupun alasan memaksakan Pasar Sayur sebagai lokasi relokasi.

Pedagang menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana mengadu ke DPRK Langsa dan meminta Wali Kota Langsa turun tangan langsung untuk mengevaluasi kebijakan yang dinilai zalim dan mencederai rasa keadilan masyarakat kecil,” tutup para pedagang buah.(DANTON) Kaperwil Aceh

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePermohonan Ditolak, Walikota Langsa Jeffry Kukuh Bongkar Lapak Pedagang Buah
Next Article Pedagang Buah Tergusur, Ketua Komisi III Fachrurrazi dari Partai Gerindra di DPRK Langsa Dinilai Tak Berpihak ke Rakyat Kecil

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAERAH April 16, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026 DAERAH
DAERAH April 16, 2026

Ibu Paruh Baya Diduga Hilang di Takalar, Keluarga Harap Bantuan Pencarian.

April 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,909 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.