Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PT Nindya Karya Berikan Bantuan kepada Keluarga Korban Insiden Proyek Sekolah Rakyat di Takalar

Juni 9, 2026

Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” Bahas Potensi dan Peluang Pengembangan Polongbangkeng Utara.

Juni 9, 2026

Bendungan Pammukulu Jadi Magnet Wisata Takalar, Tawarkan Panorama Alam, Kuliner hingga Wahana ATV.

Juni 7, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»Permohonan Ditolak, Walikota Langsa Jeffry Kukuh Bongkar Lapak Pedagang Buah
DAERAH

Permohonan Ditolak, Walikota Langsa Jeffry Kukuh Bongkar Lapak Pedagang Buah

By Februari 2, 2026Updated:Februari 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Walikota Langsa melalui Dinas Koperindag Kota Langsa menolak permohonan penangguhan pembongkaran lapak pedagang buah yang selama ini berjualan di Jalan Kereta Api arah ke Pasar Ikan Langsa. Keputusan tersebut memicu kekecewaan mendalam di kalangan pedagang kecil yang merasa tidak diberi ruang dialog dan solusi yang adil sebelum tindakan pembongkaran dilakukan.

Surat Permohonan Penangguhan Pembongkaran Lapak Pedagang Buah

Sebelumnya, para pedagang buah telah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kota Langsa dengan harapan adanya penundaan pembongkaran. Mereka meminta kebijakan tersebut ditangguhkan karena menyangkut hajat hidup keluarga dan menjadi satu-satunya sumber penghasilan sehari-hari.

Namun, permohonan itu ditolak. Pemerintah Kota Langsa tetap bersikukuh menjalankan penertiban dengan alasan penataan Kota.
Penolakan ini membuat para pedagang merasa diperlakukan tidak adil.

Mereka mengaku telah bertahun-tahun berjualan di lokasi tersebut tanpa konflik berarti, bahkan sebagian mengklaim rutin membayar retribusi dan mengikuti aturan yang diberlakukan.

“Kami bukan menolak ditertibkan, tapi kami minta waktu dan solusi. Jangan langsung bongkar,” ujar Andre salah seorang pedagang buah dengan nada kecewa, Senin (02/02/2026). Ia menilai pemerintah terlalu kaku dan tidak memikirkan dampak sosial yang akan timbul.

Pedagang juga mempertanyakan ke mana mereka harus dipindahkan setelah lapak dibongkar. Kalau diarahkan ke pasar sayur itu salah besar “kami pedagang buah bukan pedagang sayur”.

Kami meminta direlokasikan ketempat yang layak, strategis, dan mampu menopang penghasilan mereka seperti sebelumnya.

Di lapangan, Satpol PP disebut telah bersiap untuk melaksanakan pembongkaran sesuai instruksi Walikota Langsa Jeffry. Kondisi ini membuat suasana di sekitar lokasi lapak pedagang semakin tegang dan rawan konflik.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai kebijakan ini berpotensi memperburuk kondisi ekonomi rakyat kecil. Mereka meminta Walikota Langsa tidak hanya mengedepankan wajah kota, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan keadilan sosial.

Menurut mereka, penataan kota seharusnya dilakukan dengan pendekatan persuasif, dialog terbuka, serta perencanaan relokasi yang matang, bukan melalui pembongkaran sepihak yang berujung pada penderitaan pedagang.

Hingga berita ini diturunkan, para pedagang buah masih bertahan di lapak masing-masing dan berencana mengadu ke DPRK Langsa. Mereka berharap ada keberpihakan dan kebijakan ulang dari pemerintah demi menyelamatkan mata pencaharian mereka.(DANTON) Kaperwil Aceh

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleIni Tampang Sekretaris Satpol PP Langsa “Tarmizi” Bersikeras Bongkar Lapak Pedagang Buah, Berdalih Perintah Pak Wali
Next Article PLT Kadis Koperindag Langsa “Harris Gusnally” Diduga Asal Bapak Senang, Pedagang Buah “Diusir” ke Pasar Sayur Tanpa Solusi

Berita Terkait:

DAERAH Juni 9, 2026

PT Nindya Karya Berikan Bantuan kepada Keluarga Korban Insiden Proyek Sekolah Rakyat di Takalar

Juni 9, 2026 DAERAH
DAERAH Juni 9, 2026

Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” Bahas Potensi dan Peluang Pengembangan Polongbangkeng Utara.

Juni 9, 2026 DAERAH
DAERAH Juni 7, 2026

Bendungan Pammukulu Jadi Magnet Wisata Takalar, Tawarkan Panorama Alam, Kuliner hingga Wahana ATV.

Juni 7, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.