METROINFONEWS. Kamis 23 — Juli 2024 — Metroinfonews.com — ” Kini penambangan kian menjamur Di Kelurahan Bontomanai Lingkungan Cambaya Sokkolo kecamatan Bonto Marannu kabupaten gowa provinsi Sulawesi Selatan Selasa 23/07/2024.
Hasil Klarifikasi Dengan RF dan beberapa temannya , Menyangkal Atas ucapannya pada hari itu lewat HP anggotanya Dg Rewa mengatakan Jangan di ganggu itu saya punya Tambang /Saya pengelolanya Namun Bahasa yang sempat terekam Kamera Henpong mengatakan Saya Di Tambang tersebut CUMA PENGAMANAN…? Apa bedanya Keamanan dengan Pengelola Tambang……!? Tutur.
Kesan yang tak bisa saya lupakan bersama teman teman LSM & Jurnalis Bahasa Penambang Bahwa kau harus tau Saya Pak RF Oknum Anggota Devisit PM pemilik tambang kalau kau macam macam akan saya ke lokasi pasimbungko dalam bahas Indonesia Mengusir kami dari lokasi tambangnya Pak RF Yang Ngakunya Dirinya Oknum Anggota TNI Dari kesatuan Polisi Militer ( PM) , Harapan Kami dari Aktifis LSM & Wartawan memintah kepada Pandam/pallima Agar Menindaki Anggotanya Yang Kami Anggap Sombong Sebagai Oknum Anggota PM ( Polisi Militer ) Seharusnya dia harus memberikan Contoh yang terbaik kepada kita , Toh malah memperdengarkan Suara bagaikan Preman Tandasnya …
Selain tidak mengantongi izin hal ini juga bisa merusak lingkungan dan membahayakan bagi warga yang tinggal di sekitaran tambang.
Sangat disayangkan karena aparat penegak hukum (APH) seolah menutup mata, dengan aktifitas ini, sehingga para penambang dugaan ilegal itu semakin terang terangan dan tanpa ada rasa takut untuk melakukan aktifitasnya.
Mobil Truk roda enam keluar masuk di lokasi itu mengangkut material jenis tanah timbunan , dengan bebasnya tanpa ada tindakan dari pemerintah setempat atau dari aparat penegak hukum.
Dari informasi warga yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa aktifitas tambang ini sudah lama beroperasi namun seakan dibiarkan, dan meminta kepada pemerintah setempat agar dihentikan, ungkapnya.
Selain ituTim Afkan Bersama dengan Wartawan Online , dari hasil investigasi, kami menduga ada permainan mata antara oknum aparat penegak hukum (APH) Dengan pihak pengelola penambang, betapa tidak, karena aktivitas penambangan ini secara terang terangan. Terangnya
Lebih lanjut dikatakan Tim Afkan & Wartawan Online , kami meminta kepada bapak Kapolres Gowa Dan Kapolda Sul–Sel kiranya Dapat Menghentikan / Menutup Tambang Liar Tersebut .. tegas Tim DPP Afkan Tutup.
Tim Infestigasi DPP Afkan & Jurnalis

