METROINFONEWS.COM | Maluku – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB), Gelar Paripurna penyampaian pidato perdana Bupati Seram Bagian Barat (SBB) masa jabatan tahun 2025-2030.
Rapat Paripurna ini berlangsung di Kantor DPRD SBB Kamis, (6/3/2025). Yang dihadiri berbagai Organisasi Perangkat Daerah , maupun Foorkopimda.
Diketahui, Paripurna luar biasa ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD SBB, Andrias Hengki Kolly dan dilanjutkan pidato perdana oleh Bupati Ir.Asri Arman. MT.
Paripurna Penyampaian Pidato Perdana Bupati SBB merupakan Kegiatan perdana Bupati SBB, Asri Arman, dan Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, paska di Lantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBB masa bakti 2025-2030.
Dalam pidato perdananya Bupati SBB, Asri Arman menyoroti terkait tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten SBB yang masih tergolong rendah, jika dilihat dari jumlah penduduk miskin di tahun 2024 kemarin.
Oleh itu Bupati menjelaskan dari data badan pusat statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di daerah ini mencapai 38.78 (tiga puluh delapan ribu tujuh puluh delapan puluh) jiwa atau 22,31% dari total populasi.
“Menurutnya, hal ini adalah angka yang masih sangat tinggi dan membutuhkan upaya bersama untuk menurunkannya”. Kata Asri
Dari segi pendapatan Asli Daerah (PAD) lanjutnya, Kabupaten SBB Pada Tiga Tahun terakhir realisasi per tahun berkisar 25 M, sampai 30 M.
Data ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk memastikan seluruh masyarakat merasakan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
“Kami harus bekerja cerdas untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kita memiliki hasil laut, pertanian, perkebunan, hingga potensi pariwisata yang luar biasa. Semua ini harus dikelola dengan lebih baik agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah akan fokus pada reformasi sistem perencanaan dan pengelolaan anggaran berbasis smart government, yang mengutamakan efisiensi dan transparansi.
Dengan langkah ini, diharapkan kebocoran anggaran dapat diminimalisir dan potensi ekonomi daerah bisa berkembang secara maksimal. Tukas Bupati(Ekdar/*)

