METROINFONEWS.COM ][ TAKALAR — Dugaan persoalan kualitas makanan kembali menjadi sorotan. Menu makanan yang diantarkan oleh SPPG Topejawa ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kabupaten Takalar, dikembalikan pihak sekolah setelah sejumlah guru yang mencicipinya dilaporkan mengalami gatal-gatal.
Informasi tersebut dihimpun awak media melalui konfirmasi dengan Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese, Senin (21/9/2026).
Sebelum makanan diberikan kepada para siswa, pihak sekolah terlebih dahulu mengambil langkah kehati-hatian dengan mencoba menu yang diantarkan. Kepala sekolah bersama beberapa guru, termasuk operator sekolah, turut mencicipi makanan tersebut.
Namun, sekitar 10 menit setelah mencicipi menu tersebut, empat orang guru, termasuk kepala sekolah, disebut mengalami gatal-gatal.
Kondisi itu kemudian menimbulkan kekhawatiran pihak sekolah, mengingat makanan tersebut sedianya diperuntukkan bagi puluhan siswa.
Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese mengatakan, pihak sekolah memilih mengembalikan makanan tersebut karena tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan dan kesehatan siswa.
“Setelah kami coba, beberapa guru termasuk saya mengalami gatal-gatal. Kami khawatir kalau makanan ini diberikan kepada siswa, dampaknya bisa lebih besar. Karena itu kami memilih mengembalikan makanan tersebut,” ujar kepala sekolah saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, terdapat sekitar 86 siswa yang menjadi perhatian pihak sekolah dalam persoalan tersebut. Keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama sebelum makanan dibagikan.
Pihak sekolah juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dikembalikan tersebut, termasuk mengambil sampel jika diperlukan, sehingga penyebab munculnya keluhan dapat diketahui secara objektif.
Dinkes Diminta Jangan Tunggu Ada Korban
Persoalan ini dinilai perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar diminta segera melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah menu tersebut masih memenuhi standar keamanan pangan atau terdapat faktor lain yang menyebabkan munculnya keluhan gatal-gatal setelah dicicipi.
Pemeriksaan juga penting untuk memberikan kepastian kepada pihak sekolah, orang tua siswa, maupun masyarakat agar tidak muncul spekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut.
Keselamatan 86 siswa harus menjadi prioritas. Jangan sampai persoalan keamanan makanan baru mendapat perhatian setelah terjadi kejadian yang lebih serius.
Pihak terkait juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan ke sekolah, khususnya apabila ditemukan adanya indikasi makanan tidak layak konsumsi.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya keluhan gatal-gatal tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan terhadap makanan oleh instansi berwenang.

