METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan aplikasi STAR-Survei 3A yang diselenggarakan oleh Tim Pusat Strategi Kebijakan (Kapustraka) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh seluruh UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Indonesia.
Kepala LPKA Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., melalui Kasubsi Registrasi selaku Kapokja Pelayanan Publik, Vera Devi, bersama operator aplikasi STAR hadir dalam kegiatan tersebut dari ruang kerja LPKA Banda Aceh. Partisipasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) Tahun 2025. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memetakan jenis pelayanan publik di lingkungan Kemenimipas agar dapat diukur, dianalisis, dan ditingkatkan secara terstruktur.
Dalam pemaparannya, tim Kapustraka menjelaskan bahwa evaluasi pemetaan jenis pelayanan publik merupakan langkah sistematis untuk mengukur kinerja penyedia layanan melalui berbagai instrumen survei, analisis data, dan pemantauan indikator berkala. Beberapa komponen evaluasi meliputi kebijakan pelayanan, kualitas SDM, sarana prasarana, sistem informasi, mekanisme pengaduan, hingga implementasi inovasi layanan.
Hasil dari evaluasi tersebut akan menghasilkan Indeks Pelayanan Publik (IPP) yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan instansi dalam melaksanakan reformasi birokrasi. IPP nantinya berkontribusi terhadap penilaian kinerja instansi, termasuk peningkatan tunjangan kinerja berbasis hasil.
Kegiatan berjalan lancar dan tertib hingga selesai pada siang hari. LPKA Banda Aceh menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam mendukung tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan setiap layanan yang diberikan memenuhi standar nasional,” ujar Kepala LPKA Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LPKA Banda Aceh berharap peningkatan kualitas pelayanan dapat terus berjalan konsisten, terukur, dan berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.(FAHRUL)
