Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»MAKASSAR»Dugaan Pencairan Fiktif Bansos di Makassar, AAMH: Negara Dirugikan, Warga Dicatut,Siap di Laporkan Ke Polda 
MAKASSAR

Dugaan Pencairan Fiktif Bansos di Makassar, AAMH: Negara Dirugikan, Warga Dicatut,Siap di Laporkan Ke Polda 

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaJuni 4, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | Makassar – Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kota Makassar. Sejumlah warga mengaku menjadi korban pencairan fiktif yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Dinas Sosial Kota Makassar.Rabu 4 /6/2025.

Informasi yang diterima redaksi Pewarta Metro Info News menyebutkan, modus bermula ketika oknum yang mengaku dari Dinas Sosial mendatangi warga dan meminta data pribadi dengan dalih akan didaftarkan sebagai penerima bantuan. Setelah proses pendaftaran, warga tersebut difasilitasi membuka rekening bank dan dijanjikan akan menerima bantuan sebesar Rp1,5 juta per bulan.

Namun, kenyataannya berbeda. “Saya hanya diberi Rp200 ribu setiap kali pencairan. Sementara rekening tetap aktif dan bantuan masuk rutin setiap tanggal 20,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan , Ia juga mengaku bahwa kartu ATM rekening tersebut tidak dipegang olehnya, melainkan oleh oknum yang mendaftarkannya.Saat di konfirmasi awak media

Dana bantuan disebut mengalir rutin sejak September 2024 hingga Mei 2025, tanpa diketahui secara pasti siapa yang menikmati sebagian besar dana tersebut.

Menanggapi kasus ini, Ketua Aliansi Anti Mafia Hukum (AAMH), Baso, menyebut bahwa praktik ini tergolong kejahatan luar biasa. “Ini bukan kejahatan biasa.Extraordinary crime Ada indikasi penyalahgunaan data dan dugaan pemufakatan jahat (Evil conspiracy ) oleh oknum tertentu. Negara dirugikan, dan keadilan sosial tercoreng,” tegasnya.

AAMH berencana melaporkan dugaan kejahatan ini secara resmi ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Baso juga menegaskan pentingnya pengungkapan menyeluruh untuk membongkar kemungkinan adanya jaringan sistemik dalam tubuh instansi terkait.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Tak boleh ada ruang bagi pelaku yang menjadikan program bantuan sosial sebagai ladang keuntungan pribadi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Ita, ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa mekanisme penyaluran bansos merupakan kewenangan pendamping sosial dari Kementerian Sosial RI yang bekerja sama dengan bank penyalur atau PT Pos Indonesia.

“Kalau ada indikasi penyimpangan, silakan laporkan secara resmi dengan bukti yang sah. Kami juga terbuka untuk berkoordinasi dengan pihak berwajib,” kata Ita dalam pernyataan tertulis via WhatsApp.senin 2/6/2025

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan bansos yang seharusnya menjadi instrumen negara untuk membantu masyarakat miskin, bukan malah dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab.(Ir.T)red

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKapolres Singkawang Tinjau Langsung Kesiapan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II
Next Article Jelang Panen Raya Jagung, Kapolri Turun Langsung Cek Lokasi ke Kalbar

Berita Terkait:

PEMERINTAH April 18, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026 PEMERINTAH
DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAERAH April 16, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.