METROINFONEWS.COM | Gowa –14 Juni 2024 Ratusan anggota Satuan Siswa Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, di Jl. Mesjid Raya No. 26 Sungguminasa, Kamis sore.
Demonstrasi yang dimulai sejak pukul 15.00 WITA ini diikuti oleh pengurus cabang dan komisariat kecamatan SAPMA PP se-Kabupaten Gowa, yang mengenakan atribut PDH. Para demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan melalui orasi yang berlangsung hingga petang.
Tuntutan utama yang disampaikan adalah penolakan terhadap Peraturan Pemerintah terkait Program Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA), yang mereka anggap akan memperburuk kondisi masyarakat. Selain itu, mereka mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus mega korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 271 triliun yang dilakukan oleh PT Timah Tbk.
Dalam orasinya, Ketua SAPMA PP Kabupaten Gowa, Sigit Sugiarto, menegaskan bahwa kasus mega korupsi ini seolah ditutupi oleh kasus-kasus lain seperti kasus Vina Cirebon dan korupsi lainnya yang nilainya tidak sebesar kasus PT Timah Tbk. “Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak pandang bulu dalam menangani kasus mega korupsi. Siapapun pelakunya harus diusut tuntas dan diproses secara adil,” tegas Sigit.
Sigit juga meminta pihak kepolisian untuk mengawal dan bersikap humanis dalam mengamankan aksi tersebut serta menghindari tindakan represif.
Jenderal lapangan, Syahrul, mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota DPRD Kabupaten Gowa yang tidak hadir di gedung DPRD saat aksi berlangsung, meskipun masih dalam jam kerja. “Atas dasar itu, kami menyeruduk masuk ke dalam gedung untuk mencari anggota DPRD, namun tak satu pun kami jumpai. Kami akhirnya memberikan pernyataan sikap kami kepada salah satu pegawai DPRD untuk disampaikan kepada Ketua DPRD,” ujar Syahrul.
Di akhir aksi, Sigit Sugiarto menyatakan bahwa mereka akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspon. “Jika dalam aksi kedua nanti masih tidak ada anggota DPRD yang hadir, kami akan menduduki Gedung DPRD sampai mereka datang,” ancamnya.(Ir.T)

