Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fraksi Gelora Desak Bupati Takalar Segerakan TPP ASN dan Evaluasi Penempatan Guru

Mei 1, 2026

Ahmad Daeng Se’re Serahkan Program Bedah Rumah untuk Warga Desa Jipang.

Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»MAKASSAR»Demo Mahasiswa di Fly Over dan DPRD Sulsel: “Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?”
MAKASSAR

Demo Mahasiswa di Fly Over dan DPRD Sulsel: “Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?”

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaJuli 15, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM, MAKASAR — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Saintek UIN Alauddin Makassar turun ke jalan dalam aksi demonstrasi serentak di dua titik strategis Kota Makassar, yakni Fly Over Jalan Urip Sumoharjo dan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Senin, 14 Juli 2025

Dengan mengusung tajuk besar “Indonesia Emas atau Indonesia Cemas”, para demonstran melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai elitis, ahistoris, dan anti-demokrasi.

Massa aksi membawa berbagai atribut demonstrasi seperti spanduk dan poster yang memuat kritik terhadap sistem pendidikan dan kondisi demokrasi. Mereka menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Evaluasi Total Kurikulum AI Nasional 2025
Mahasiswa menilai kurikulum baru yang mengedepankan kecerdasan buatan belum mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pendidikan di luar Jawa.

2. Copot Menteri Kebudayaan
Menteri dinilai gagal menjaga integritas sejarah bangsa, terutama terkait tragedi 1998 yang disebut-sebut dihapus dari narasi pendidikan nasional.

3. Transparansi UKT/BKT dan Beasiswa KIP-K
Ditegaskan perlunya pengawasan independen agar sistem pembiayaan pendidikan tidak diskriminatif dan distribusi beasiswa lebih adil.

4. Hentikan Kriminalisasi Aktivis Mahasiswa
Tuntutan ini menyoroti maraknya intimidasi terhadap gerakan mahasiswa, khususnya di Makassar, dan menyerukan perlindungan hak menyampaikan pendapat.

Dalam orasinya, Fadly Al Fadil, Jenderal Lapangan aksi, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk konsolidasi moral terhadap kemunduran demokrasi.

“Kami bukan hanya protes, ini peringatan dini. Jika suara rakyat tak didengar, kami akan lebih lantang bersuara di jalanan,” tegas Fadly.

Sementara itu, Isyal Aprisal, perwakilan aliansi, menyampaikan langsung kepada pimpinan DPRD Sulsel:

“Jika tak ada langkah konkret, kami pastikan jumlah massa yang turun akan jauh lebih besar dari hari ini.”

Aksi tersebut mendapat tanggapan langsung dari Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo, yang berkomitmen akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi terkait dan mengundang perwakilan mahasiswa.

“Kami membuka ruang dialog seluas mungkin. Aspirasi ini akan kami teruskan ke tingkat pusat,” ujar Fauzi.

Komitmen serupa juga disampaikan Heriwawan, anggota Komisi E DPRD Sulsel yang membidangi pendidikan:

“Kami akan mengawal desakan soal UKT, beasiswa, dan keadilan pendidikan. Ini prioritas bagi Sulsel.”

Aksi berjalan damai dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Mahasiswa menegaskan bahwa gelombang perlawanan akan terus berlanjut jika aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti secara nyata oleh pemangku kebijakan.(/*)Ir.T/red

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKodim 1202/Skw Gelar Bakti Sosial Donor Darah Semarakkan HUT Ke-67 Kodam XII/Tanjungpura.
Next Article Tak Tersentuh Hukum SPBU 14.239.402 di Seulimeum Menjadi Ladang Sumur Bagi Mafia Solar, Diduga Polres Aceh Besar Tutup Mata

Berita Terkait:

DAERAH Mei 1, 2026

Fraksi Gelora Desak Bupati Takalar Segerakan TPP ASN dan Evaluasi Penempatan Guru

Mei 1, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 1, 2026

Ahmad Daeng Se’re Serahkan Program Bedah Rumah untuk Warga Desa Jipang.

Mei 1, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.