METROINFONEWS.COM | ACEH TIMUR – Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang Pendidikan merupakan bukti keseriusan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik formal maupun non formal, untuk memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun sayangnya, niat baik pemerintah tersebut seringkali dicemari oleh sifat Tamak sejumlah oknum, yang memanfaatkan DAK pendidikan sebagai lahan korupsi demi memperkaya diri sendiri.
Contohnya, realisasi DAK Fisik Swakelola bidang Pendidikan di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, diduga sarat dengan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Hal ini terungkap berdasarkan hasil investasi MetroInfonews.com dan beberapa media online lainnya di lapangan. SMP Negeri 2 Sungai Raya, Aceh Timur menerima DAK Pendidikan tahun 2024 mencapai miliaran rupiah yang terdapat beberapa item proyek, seperti pembangunan ruang belajar baru, rehabilitasi ruang kelas, Pembangunan Ruang Laboraturium Komputer, Pembangunan Ruang Pusat Sumber Pendidikan Inklusif, Rehabilitasi Ruang Perpustakaan dan Pembangunan Pengecoran Halaman Sekolah sayangnya, proyek-proyek tersebut diduga penuh kejanggalan dan keraguan kualitasnya.
Kejanggalan terlihat dari hasil pekerjaan, seperti kerusakan pada selasar bangunan baru ruang kelas kondisi retak panjang dikuatirkan tidak akan bertahan lama akan patah. Selain itu, kosen kayu menggunakan kayu tidak berkualitas sehingga jendela tidak bisa ditutup rapat baik pada pembangunan ruang belajar yang baru, maupun terdapat pada ruang lama yang dikerjakan rehabilitasi.
Kemudian selain itu, pemasangan keramik pada setiap proyek-proyek yang berada di SMP Negeri 2 Sungai Raya, terkesan dikerjakan asal-asalan.

Sementara, beberapa warga setempat yang menjadi tetangga sekolah SMP Negeri 2 Sungai Raya yang juga sebagai wali murid saat menjumpai awak media membenarkan bahwa sejumlah proyek swakelola dari dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Timur pembangunannya diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB dan bisa kita lihat kondisi pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan,” ungkap beberapa warga.
Mereka mengaku kecewa dan menyesalkan terhadap pihak pelaksana bersifat swakelola yang mengerjakan proyek untuk kepentingan negara dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, membuat bangunan asal-asalan tanpa memperhatikan dampak yang bakal diterima oleh penerima manfaat nantinya.
Mestinya kata warga lagi, proyek untuk pendidikan untuk anak bangsa tidak boleh asal-asalan dikerjakan, untuk meraih keuntungan besar. Bagaimana tidak, proyek dengan nilai hampir mencapai miliaran rupiah untuk pembangunan sejumlah proyek.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sungai Raya, Aceh Timur, Syarifah Nuraini kepada awak media mengaku tidak mengetahui adanya kerusakan pada sejumlah proyek yang terdapat di sekolahnya,” katanya. Kamis (30/01/2025).
Tambahnya itu, proyek Swakelola yang kerjakan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Timur, tanyakan saja ke Dinas,” ujarnya mengaku kepada awak media lagi berada di Medan.
Terpisah, Ferdiansyah, S.Pd Kabid SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh kepada awak media mengaku tidak mengetahui ada kerusakan pada sejumlah proyek di SMP Negeri 2 Sungai Raya dan itu proyek Swakelola yang melibatkan tim,” ungkapnya di ruang kerjanya sambil mengatakan akan berkoordinasi dengan pengawas.(DANTON) Kaperwil Aceh

