Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ribuan Warga Padati Lapangan Paddinging, Jalan Sehat Sanrobone Berlangsung Meriah.

Agustus 16, 2026

Pastikan Berjalan Aman dan Lancar Babinsa Pantau Gerak Jalan Santai Tingkat Kecamatan Mappakasunggu.

Agustus 16, 2026

Semarak HUT RI ke-81, Warga Pappa Antusias Ikuti Beragam Lomba Berhadiah Fantastis.

Agustus 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»NASIONAL»Abaikan Keselamatan Pekerja, Galian Pipa Telkomsel di Langsa Langgar K3
NASIONAL

Abaikan Keselamatan Pekerja, Galian Pipa Telkomsel di Langsa Langgar K3

By Februari 1, 2026Updated:Februari 1, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Kegiatan penggalian pipa jaringan telekomunikasi milik Telkomsel di Jalan Medan Banda Aceh wilayah Kecamatan Langsa Lama dan Langsa Timur disorot publik lantaran diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di lokasi proyek, sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas penggalian tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Pantauan awak media di lapangan, Minggu (01/02/2026) menunjukkan para pekerja tidak satupun menggunakan helm keselamatan, rompi reflektif, sepatu safety, maupun sarung tangan, padahal pekerjaan dilakukan di area terbuka dan berdekatan dengan arus lalu lintas warga. Kondisi ini dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat sekitar.

Warga setempat mengaku khawatir dengan aktivitas galian tersebut. Selain membahayakan pekerja, proyek tanpa standar K3 juga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. “Kalau sampai ada yang tersenggol kendaraan, siapa yang bertanggung jawab,” ujar salah seorang warga.

Aktivitas galian yang minim rambu pengaman juga dikeluhkan. Tidak terlihat papan proyek, pembatas area kerja, maupun tanda peringatan bagi pengendara. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa pelaksanaan proyek tidak mengacu pada prosedur keselamatan kerja yang diwajibkan oleh regulasi.

Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang mewajibkan pemberi kerja menyediakan dan memastikan penggunaan APD bagi seluruh pekerja.

Publik menilai, pelanggaran K3 kerap terjadi pada proyek utilitas yang dikerjakan pihak ketiga atau subkontraktor. Namun demikian, tanggung jawab tetap melekat pada perusahaan pemberi pekerjaan untuk memastikan seluruh aktivitas di lapangan mematuhi standar keselamatan.

Jika dugaan pelanggaran ini benar, maka perusahaan terkait berpotensi dikenai sanksi administratif hingga penghentian sementara kegiatan proyek. Selain itu, pengabaian K3 dapat berujung pada sanksi hukum apabila menimbulkan kecelakaan kerja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel maupun kontraktor pelaksana proyek terkait dugaan pelanggaran K3 tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi.

Masyarakat berharap instansi terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan dan pemerintah Aceh, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Pengawasan ketat dinilai penting agar standar keselamatan kerja benar-benar diterapkan, bukan hanya sebatas formalitas,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan hak dasar pekerja yang tidak boleh diabaikan. Penerapan K3 secara konsisten di setiap proyek diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan melindungi keselamatan semua pihak.(DANTON) Kaperwil Aceh

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleBadan Jalan Jadi Lahan Parkir, Kinerja Dishub Langsa Dipertanyakan
Next Article Pastikan Masyarakat Aman dan Nyaman Jelang Lebaran, Polda Kalbar Gelar Operasi Keselamatan Kapuas 2026

Berita Terkait:

DAERAH Agustus 13, 2026

Mengaku Wartawan Diduga Jadi Pengumpul Solar, Petani di Takalar Keluhkan Sulitnya Mendapat BBM Subsidi.

Agustus 13, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 11, 2026

Bupati Daeng Manye Hadiri HUT ke-1 Kodaeral VI di Makassar, Perkuat Sinergi dengan TNI AL.

Agustus 11, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 9, 2026

Bukan Sekadar Hemat Listrik, Solar Power System Bantu Puskesmas Takalar Jaga Layanan Tetap Berjalan.

Agustus 9, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.