Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

April 21, 2026

Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

April 21, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar, Ahmad Sahid Dari Fraksi Gelora Tekankan Tiga Point Krusial.

April 18, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»KRIMINAL»Kadis PUPR Langsa Diduga Kerjasama Dengan Geuchik Meurandeh Aceh Jual Besi Bekas Bongkaran Jembatan, APH Diminta Periksa
KRIMINAL

Kadis PUPR Langsa Diduga Kerjasama Dengan Geuchik Meurandeh Aceh Jual Besi Bekas Bongkaran Jembatan, APH Diminta Periksa

By September 6, 2024Updated:September 6, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa, Muharram, ST diduga kerjasama dengan, Tgk. Asnawi Geuchik Gampong Meurandeh Aceh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa telah menjual aset negara berupa besi bekas bongkaran jembatan ruas jalan Gampong Meurandeh Aceh yang berbatasan dengan Gampong Baroh Langsa Lama. Sehingga atas perbuatan tersebut dapat merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengacu Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dimana aset yang memiliki nilai jual tersebut seharusnya diamankan melalui Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD). Selanjutnya akan dilelang dan uang hasil lelangan tersebut akan dikembalikan ke KAS Pemerintah Daerah.

Saat awak Media mendatangi Gampong Meurandeh Aceh bertemu dengan warga Gampong setempat, membenarkan bahwa besi bekas bongkaran jembatan sudah dijual oleh Geuchik, Tgk. Asnawi, pada tahun 2023, yang konon kabarnya uang hasil penjualan besi bongkar jembatan diserahkan ke mesjid Rp.6 juta rupiah,” kata warga minta namanya tidak dituliskan oleh media, Jum’at (06/09/2024) dirinya juga melihat saat besi bekas bongkaran jembatan tersebut diangkut menggunakan mobil tronton dibawah keluar dari Gampong Meurandeh Aceh.

Tgk. Asnawi Geuchik Gampong Meurandeh Aceh yang sudah habis masa jabatannya 2024, yang pernah ditemui awak media disalah satu warung kopi seputaran Jalan. Medan Banda Aceh diakuinya besi bekas bongkaran jembatan tersebut sudah dijual,” ujarnya.

Katanya, sebelum dijual besi bekas bongkaran jembatan tersebut sudah meminta kepada kepala dinas PUPR Kota Langsa, Muharram untuk dihibahkan kepada 2 mesjid, Gampong Meurandeh Aceh dan Baroh Langsa Lama, dengan jumlah penjualan Rp.16 juta rupiah, untuk Mesjid Gampong Baroh Langsa Rp.8 juta, Gampong Meurandeh Aceh Rp.6 juta dan untuk anak yatim Rp.2 juta,” ungkap Tgk. Nawi kepada wartawan, namun tidak menunjukkan surat hibah yang dikeluarkan oleh dinas PUPR Kota Langsa seperti yang disampaikannya.

Perlu diketahui barang siapa yang melakukan perbuatan yang mengandung unsur pidana menjual aset negara, dapat dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Diancam dengan Pidana paling lama tujuh tahun penjara.

Atas hal tersebut masyarakat Gampong Meurandeh Aceh, meminta kepada penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada Kadis PUPR Langsa dan Geuchik tgk. Asmawi yang diduga telah bekerja sama menjual aset negara, dengan cara melanggar hukum,” ujar warga.

Sementara, Kadis PUPR Langsa, Muharram. Sampai berita ini diterbitkan belum bisa dijumpai, dihubungi melalui telepon WhatsApp nomor sudah diblokir.(DANTON) Kaperwil Aceh

 

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePresiden Joko Widodo Resmikan Rumah Sakit Vertikal OJK di Makassar, Dirut RS Islam Faisal Berikan Ucapan Selamat
Next Article YARA Langsa, Minta APH Usut Dinas PUPR dan Geuchik Gampong Meurandeh Aceh Jual Aset Negara

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAERAH April 16, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026 DAERAH
DAERAH April 16, 2026

Ibu Paruh Baya Diduga Hilang di Takalar, Keluarga Harap Bantuan Pencarian.

April 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.