Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Progres Cepat dan Humanis, Polsek Pujananting Amankan ODGJ Demi Keselamatan warga.

April 23, 2026

Ribuan Hektar Sawah di Takalar Terancam Fuso, Petani Desak Balai Pompengan Segera Alirkan Air

April 21, 2026

Alibi “Candaan” Klarifikasi HM Soal Fee Proyek KDKMP, RHUKI Endus Aroma Intervensi, Pelanggaran Hukum.

April 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»NASIONAL»Warganet Dinilai Kurang Santun, Universitas Pertamina Edukasi Literasi Digital
NASIONAL

Warganet Dinilai Kurang Santun, Universitas Pertamina Edukasi Literasi Digital

Metro Info NewsBy Metro Info NewsJuli 3, 2021Updated:Juli 6, 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta | Sejak dulu, masyarakat Indonesia dikenal ramah dan santun. Namun tak begitu di dunia maya. Survei Digital Civility Index (DCI) yang dilakukan Microsoft pada tahun lalu, menempatkan warganet Indonesia sebagai negara dengan kesopanan digital terburuk di Asia Tenggara.

Hoax dan penipuan menjadi dua faktor tertinggi yang mempengaruhi rendahnya ranking Indonesia, dengan persentase 47 persen. Sementara itu, riset dari Crimson Hexagon menunjukkan setidaknya ada 70 ribu unggahan kemarahan dan ujaran kebencian dituliskan oleh warganet Indonesia di berbagai media sosial setiap harinya.

Hal ini ditengarai karena lemahnya literasi digital masyarakat indonesia. Survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membeberkan bahwa 11,2 persen warganet Indonesia yang disurvei menyatakan pernah menyebarkan hoax. Sementara itu 68,4 persen responden mengaku pernah menyebarkan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya.

Sebagai institusi pendidikan yang memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat, Universitas Pertamina (UP) ikut andil dalam membentuk masyarakat yang melek digital. Para dosen program studi Komunikasi UP misalnya, melakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema sosialisasi literasi media digital kepada berbagai kelompok usia.

“Tim dosen dan mahasiswa melakukan kampanye di sejumlah sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga menengah seperti SDN 11 Kebayoran, SMAN 29 Jakarta, dan berbagai sekolah lainnya. PkM ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan para siswa dalam menggunakan media digital. Kampanye dilakukan dalam bentuk sosialisasi, penayangan video animasi, permainan interaktif, dan wawancara,” ungkap Ketua tim, Ita Musfirowati Hanika, dalam wawancara daring, Jumat (02/07).

Dampaknya, pengetahuan siswa terhadap penggunaan gawai yang bijak meningkat dari angka 20 persen menjadi 70 persen. Sementara itu, pemahaman siswa akan bahaya penggunaan gawai yang berlebihan juga bertambah dari 55 persen menjadi 85 persen.

Program yang telah berjalan sejak Juli 2018 ini, juga ditunjang dengan publikasi penelitian para dosen dan mahasiswa terkait literasi media digital di berbagai jurnal ternama. Salah satunya, penelitian bertajuk ‘Sosialisasi Literasi Media Digital di Jakarta’, yang mendapatkan hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Di Universitas Pertamina, budaya literasi digital dibangun melalui kehadiran mata kuliah Literasi Media dan Digital. “Mata kuliah ini diharapkan membantu mahasiswa dalam menganalisa, mengevaluasi dan mengkomunikasikan isi pesan di media tertentu. Selain mendidik para mahasiswa untuk menggunakan media digital dengan bijak, kami juga melatih mereka untuk menjadi penyuluh bagi lingkungan dan masyarakat dengan turut serta melibatkan mereka dalam kegiatan penelitian dan PkM,” jelas Budi W. Soetjipto, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina.

Fira Zahira Mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina Angkatan 2017 mengungkap mata kuliah ini mengajarkannya untuk senantiasa memverifikasi kebenaran dari sebuah informasi. “Saya termasuk warganet yang mengikuti perkembangan isu di platform digital. Dengan belajar Literasi Media dan Digital, saya jadi lebih kritis terhadap setiap informasi yang saya baca. Sekarang saya dapat dengan cakap memilah informasi yang berpotensi mengandung hoax,” ujara Fira.

Bagi siswa siswi SMA yang ingin berkuliah di kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut, saat ini tengah dibuka Seleksi Nilai UTBK untuk Tahun Akademik 2021/2022. Informasi lengkap pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran. Pendaftar di Seleksi Nilai UTBK berkesempatan memperoleh Beasiswa GENKRAF. Bersama kampus BUMN lainnya, Universitas Pertamina juga membuka peluang seleksi beasiswa APERTI BUMN. Informasi syarat dan ketentuan, serta tata cara dan periode pengajuan beasiswa dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/beasiswa/.


Narahubung:
Pristia T.A. – Humas Universitas Pertamina
08999560084

pristia.ta@universitaspertamina.ac.id

Universitas Pertamina Edukasi Literasi Digital Warganet Dinilai Kurang Santun
Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleWali Kota Makassar Pastikan Kota Sehat, Satgas Detektor Covid Resmi Di Luncurkan
Next Article Dua Lembaga Bakal Bawa Temuan BPK ke Polda, Laporkan Enam Paket Proyek Fisik Kurang Volume Dinas PUPR Jeneponto

Berita Terkait:

DAERAH April 23, 2026

Progres Cepat dan Humanis, Polsek Pujananting Amankan ODGJ Demi Keselamatan warga.

April 23, 2026 DAERAH
DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAERAH April 16, 2026

RHUKI Sorot PUPR Takalar Diduga Segel Masjid Dan Rumah Tahfidz VS Proyek Kopdes KDMP Kenapa Tidak Disegel?

April 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.