METROINFONEWS.COM, LANGSA ACEH – Sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan adanya ceceran tanah merah yang berada di Jalan Cut Nyak Dhien, kondisi ini membuat jalanan licin dan dikuatirkan membahayakan pengguna jalan terlebih lagi saat musim hujan.
Ceceran tanah ini imbas proyek Pembangunan Perumahan Mewah Center Hause 8 yang berlokasi samping Gedung DPRK Langsa, Gampong Jawa Kecamatan, Langsa Kota-Kota Langsa Provinsi Aceh.
Salah seorang pengguna jalan, Fahrul menyayangkan dengan ceceran tanah merah di jalan ini, ceceran tanah ini dianggap sangat membahayakan bagi para pengguna jalan nantinya.
“Setiap hari kerja dari pagi hingga sore Dam truk pengangkut tanah merah keluar dari tempat proyek pembangunan perumahan mewah yang tidak menggunakan septi pengaman penutup begitu juga tanah yang menempel di ban mobil Dam truk bak akibatnya tanah berceceran, Pemerintah seharusnya perhatikan dong dampaknya gimana,”ujarnya, Selasa (13/6/2023).
Ia menambahkan hampir sepanjang ruas jalan, tanah berserakan hingga kondisi jalan menjadi kotor dan berdebu,terlebih lagi jika hujan jalanan tersebut jadi becek.
“Imbasnya sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna kendaraan roda dua dan sekolah, warga, kalau hujan licin dan becek, ini tentu membahayakan pengguna jalan, jangan sampai kami (pengguna jalan) jadi korbannya,” katanya.
Senada dengan Fahrul, pengguna jalan lainya Mukhlis mengeluhkan jalan jadi berdebu saat melintas menuju pada saat mengantar dan menjemput anak di sekolah SDN 1 Langsa, akibat adanya ceceran tanah merah ini,” terang Mukhlis.
Ia berharap persoalan ini langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait. “Apa perlu ada korban jiwa akibat ceceran tanah ini, semestinya Pemerintah atau dinas terkait lihat dong kondisi di sini jangan hanya kasih izin tapi tidak menghiraukan nasib pengguna jalan,” ungkapnya.
Sementara, pihak developer Azhar akrab disapa Abong, dihubungi via telepon berulang kali yang bersangkutan tidak mengangkat, di datangi ke lokasi proyek perumahan mewah Center House 8 tidak berada di tempat.
Sampai berita ini diterbitkan belum mendapatkan konfirmasi, terkait keluhan masyarakat adanya ceceran tanah timbun imbas pembangunan perumahan yang sudah mengganggu pengguna jalan.(DANTON)/Adm : Salman Sitaba

