METROINFONEWS.COM | ACEH TIMUR – Kondisi jalan akses masuk ke sekolah SDN 3 Birem Rayeuk, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur sulit dilalui siswa-siswi, wali murid dan dewan guru, akibat imbas proyek timbunan lapangan pokir anggota DPRK Aceh Timur atas nama, Junaidi akrab disapa Ateng.

Imbas proyek pokir tersebut, kini kondisinya seperti jalan “medan lumpur” hingga sulit dilalui siswa-siswi, dewan guru dan wali murid handak mengantar anaknya menuju ke sekolah, terlebih jalan tersebut merupakan akses utama menuju keluar masuk ke sekolah SDN 3 Birem Rayeuk.
Kondisi ini akhirnya mengundang reaksi keras dari wali murid. Menurutnya pihak pekerja proyek timbunan lapangan milik Pokir DPRK Aceh Timur tidak memperhitungkan dengan baik dampak dan resiko dari pelaksanaan proyek. “Hingga akhirnya masyarakat yang jadi korban,” ungkapnya, Senin (13/01/2025).

Dikatakannya, kami selaku wali murid saat ini komplain, karena anak-anak kami mau masuk ke sekolah dan dewan guru sangat sulit. Bahkan Wali murid yang mengantarkan anaknya menggunakan sepeda motor ada yang terjatuh karena jalan licin dan berlumpur.
“Baiknya penimbunan tanah lapangan itu dilakukan dengan baik jangan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah dan jalan tersebut di siram sirtu (pasir batu) jangan pihak pelaksana proyek, hanya ingin meraup keuntungan besar mengorbankan proses belajar mengajar di sekolah. Hadirnya pembangunan ini dapat membantu, mempermudah mobilitas logistik masyarakat bukan malah mempersulit dan melumpuhkan proses belajar mengajar di sekolah,” kesal wali murid.

Sementara itu, DPRK Aceh Timur yang punya Pokir atas nama, Junaidi akrab Ateng yang dikonfirmasi media ini, membenarkan proyek Penimbunan lapangan pokir miliknya.
Kata Ateng, sudah saya sampai kan tu taruk kerikil bang. Bukan tersengaja bang, kita upayakan yng terbaik agak semua nyama bang,” ujar Ateng melalui pesan WhatsApp, kepada media ini.(DANTON) Kaperwil Aceh

