Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fraksi Gelora Desak Bupati Takalar Segerakan TPP ASN dan Evaluasi Penempatan Guru

Mei 1, 2026

Ahmad Daeng Se’re Serahkan Program Bedah Rumah untuk Warga Desa Jipang.

Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»OPINI»Wajah Baru Premanisme: Ketika Kekuasaan Menyamar dalam Kesantunan
OPINI

Wajah Baru Premanisme: Ketika Kekuasaan Menyamar dalam Kesantunan

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaMei 2, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Oplus_131072
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | GOWA ,SULSEL — (Jumat 2 Mei 2025 ) Dalam imajinasi umum, premanisme kerap digambarkan dengan kekerasan kasat mata ,, wajah garang, makian, gertakan, dan aksi fisik yang intimidatif. Namun kini, zaman telah berubah. Wajah premanisme pun ikut bermetamorfosis. Ia tak lagi menampilkan kekerasan terbuka, melainkan menjelma dalam rupa yang jauh lebih rapi , bahkan beretika dan religius.

Preman gaya baru ini tidak datang dengan ancaman verbal, tetapi dengan surat resmi berkop lembaga. Ia tak mengayunkan tangan, melainkan menandatangani peraturan yang memberangus daya kritis. Ia berbicara dengan bahasa hukum, mengutip aturan, dan tampil dengan tutur yang santun, tapi tujuan akhirnya tetap sama: membungkam, menaklukkan, menguasai.

Fenomena ini menjelma dalam berbagai ruang: birokrat yang ramah tapi menutup akses terhadap anggaran publik yang semestinya terbuka, tenaga pendidik yang mengajarkan moral namun membatasi ruang diskusi kritis, hingga pejabat publik yang membungkus kepentingan pribadi dalam narasi pembangunan.

Yang lebih menyulitkan, premanisme semacam ini kerap beroperasi dalam sistem legal. Ia mendapatkan legitimasi, bahkan dukungan publik, karena tampilannya yang “sah” secara administrasi. Padahal di balik formalitas itu, sering tersembunyi praktik penindasan struktural yang sistemik dan terus-menerus.

Kekuasaan yang menyimpang ini berbahaya bukan karena kekerasannya, melainkan karena kelicikannya. Ia tak merusak dengan bentakan, tapi dengan regulasi yang membelenggu. Tak merampas dengan paksaan, tapi dengan iuran sah yang tak transparan penggunaannya. Tak membungkam dengan larangan eksplisit, tapi dengan membanjiri ruang publik dengan narasi manipulatif.

Premanisme dalam balutan sopan santun adalah bentuk baru tirani. Dan ketika masyarakat hanya mengukur kebenaran dari tampilan luar atau legalitas semata, maka akal sehat dan nurani kolektif sedang dipermainkan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyerang individu atau institusi manapun. Ini Murni merupakan bentuk refleksi sosial atas fenomena yang berkembang di masyarakat, serta ajakan untuk tetap waspada terhadap kekuasaan yang menyimpang namun tampil elegan.

Sebab diam di hadapan ketidakadilan, sekecil apapun, adalah bentuk pembiaran. Dan pembiaran hari ini bisa menjadi bencana esok hari bagi siapa saja.(Salman Sitaba)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePerlindungan Kesehatan Demi Masa Depanku
Next Article Momentum Hari Pendidikan Nasional: RS Islam Faisal Perkuat Edukasi Kesehatan

Berita Terkait:

MAKASSAR Februari 4, 2026

Tragedi Anak Sekolah dan Negara yang Gagal Berpihak

Februari 4, 2026 MAKASSAR
MAKASSAR Januari 30, 2026

Menularkan Spirit Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara Takalar

Januari 30, 2026 MAKASSAR
HUKUM Januari 30, 2026

Ketika Jurnalis Jadi Korban Kekerasan, LBH No Viral No Justice Angkat Suara

Januari 30, 2026 HUKUM
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.