Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tak Sekadar Bangun Irigasi, Daeng Manye Perkuat Sarana Produksi hingga Pasca Panen Petani.

September 22, 2026

Tambang Galian C Beroperasi di Dusun Bolo, Warga Resah dan Pertanyakan Pengawasan Pemerintah Desa.

September 22, 2026

Menu MBG Dikembalikan, Empat Guru UPT SDN 58 Lengkese Alami Gatal-Gatal, Dinkes Diminta Turun Tangan.

September 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»NEWS»Tahun Ini 20.000 Bibit Mangrove Ditanam DKP Sulsel di Pangkep
NEWS

Tahun Ini 20.000 Bibit Mangrove Ditanam DKP Sulsel di Pangkep

Metro Info NewsBy Metro Info NewsJuli 17, 2022Updated:Juli 17, 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pangkep | Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Pangkep melaksanakan penyerahan bibit mangrove secara simbolis kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep. Sebanyak 10.000 batang bibit mangrove ditanam.

Kepala DKP Sulsel, Muhammad Ilyas mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mengembalikan kawasan fungsi mangrove/hutan bakau yang hilang. Utamanya sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya. Demikian juga, penanaman mangrove untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak.

“Penanaman mangrove memang menjadi salah satu program Pak Gubernur untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak. Saya sampaikan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di pesisir,” kata Ilyas.

Selain mangrove, padang lamun dan terumbu karang yang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang tidak boleh hilang atau rusak. Satu dengan lainnya saling terkait.

“Di Pangkep salah satu program yang ada mengembalikan mangrove yang hilang, dengan dikembalika fungsi dan peran utamanya sebagai nursery ground atau tempat perkembang-biakan ikan-ikan kecil, penahan ombak,” sebutnya.

Selian itu, mangrove juga dapat mengurangi pencemaran laut dengan berperan sebagai biofilter mereduksi logam berat dan nutrient berlebih dari darat yang masuk ke laut.

Fungsi lainnya peningkatan oksigen dan karena karbon bisa berkurang dengan adanya mangrove. “Artinya bisa merilis oksigen untuk seluruh masyarakat dunia. Ini program global menata bumi menjadi hijau,” ucapnya.

Ke depannya juga dengan menanam mangrove menjadi potensi untuk pengolahan sumber makanan olahan, di antaranya potensi buah mangrove sebagai alternatif sumber pangan. Untuk industri, mangrove dapat didorong menjadi pewarna alam dalam pembuatan baju.

Ia sekaligus menyatakan rasa salutnya kepada pemerintah setempat, di mana lurah di Labbangkan berencana untuk mengembangkan kawasan mangrove menjadi pariwisata. “Kami salut, Pak Lurah yang ingin mengembangkan mangrove ini, termasuk untuk kepariwisataan,” sebutnya.

Selain itu, itu tahun ini ada, di Pangkep penanaman juga di 2 di pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, yaitu pulau Kapoposang dan Pulau Cambang-cambang. Sehingga totalnya sebanyak total 20.000 batang bibit mangrove.

Ilyas menambahkan, secara ekologi tiga kabupaten berperan penting dalam mengatur ketersediaan ikan di Sulsel, yakni Pangkep, Selayar dan Sinjai. Sebab, karena memiliki pulau yang berinteraksi antara mangrove, lamun dan terumbu karang.(*)

Tahun Ini 20.000 Bibit Mangrove Ditanam DKP Sulsel di Pangkep
Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleDanny Sebut Warga HIKMA Punya Kontribusi Besar di Makassar
Next Article Musim Tanam April-September 2022, Bantuan Mandiri Benih oleh Gubernur Sulsel Telah Tersalur 1,2 juta kg benih untuk Lahan 48 ribu Ha

Berita Terkait:

DAERAH September 22, 2026

Tak Sekadar Bangun Irigasi, Daeng Manye Perkuat Sarana Produksi hingga Pasca Panen Petani.

September 22, 2026 DAERAH
DAERAH September 21, 2026

Daeng manye Target Kampung Beru Jadi Desq mandiri Dalam Tiga Tahun.

September 21, 2026 DAERAH
PEMERINTAH September 15, 2026

447 Warga Kelurahan Pattallassang Terima Bantuan Pangan Beras (BPB).

September 15, 2026 PEMERINTAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.