METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Muhammad Riski (16) remaja asal Gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh, menderita lumpuh sejak beberapa tahun terakhir.
Kini kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatannya.
“Kami sudah berusaha untuk mengobati Riski. Sudah banyak perjuangan keluarga untuk kesembuhannya. Namun apa daya, saya hanya seorang juru pakir dan istri hanya seorang ibu rumah tangga sehingga tidak mampu mengobati dia,” ucap Syahrul selaku ayah kandung didampingi istrinya Evi Susanti kepada para Wartawan, Jum’at (21/7/2023).
“Anak saya sudah mengalami gangguan kesehatan saat berusia kurang dari umur 3 tahun,” kata Syahrul.
Ibunya juga bercerita, Muhammad Riski mengidap penyakit Syaraf di bagian kepala akibat pernah terbentur ketika itu, saat lagi bermain air banjir didepan rumah terdapat alur (parit) yang terjadi 8 tahun yang lalu masih berusia 3 tahun, dan sempat dirawat di rumah sakit. Namun kesehatan Riski belum kunjung sembuh malah bertambah parah tidak bisa berjalan lagi sampai sekarang ini,” sebutnya.
Muhammad Riski, penderita lumpuh itu hidup bersama orang tuanya dengan ekonomi di bawah garis kemiskinan. Gubuk yang ditempati dari dinding papan seadanya yang sudah usang dan tidur diatas ranjang tanpa kasur dengan alas kain yang lusuh.
Kondisi rumah gubuk yang jauh dari kata layak tersebut juga tidak dilengkapi dengan ruang tidur, kamar mandi, sehingga Muhammad Riski yang tidak bisa berjalan sering kali buang air kecil dan buang air besar di rumah tersebut.
Syahrul, mengaku dengan kondisi yang memprihatinkan, Muhammad Riski membutuhkan uluran tangan para dermawan.
Menurutnya pemenuhan kebutuhan pokok seperti makan dan minum belum bisa dipenuhi karena Syahrul ayah kandung Muhammad Riski mengais rezeki dari juru pakir.
“Dari pekerjaan itu, kadang-kadang Syahrul ayah kandungnya mendapatkan penghasilan seadanya yang bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.
Dilain sisi Muhammad Riski yang tidak boleh putus dari obat syaraf. Sehingga Syahrul hanya bisa pasrah dengan kondisi ini, dan berdoa semoga dihari kelak ada orang baik yang bisa membantu keluarganya,” harap Syahrul yang didampingi istrinya.(FAHRUL)Adm/Red: Salman Sitaba

