METROINFONEWS.COM ][ TAKALAR – Proyek Revitalisasi SLB Negeri 1 Takalar di Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, mulai menuai sorotan. Pekerjaan yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Luar Biasa Tahun 2026 tersebut memiliki nilai bantuan sekitar Rp1,206 miliar dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Sorotan kali ini tertuju pada pekerjaan struktur, khususnya pemasangan rangka tulangan besi beton yang terlihat di lokasi proyek.
Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh metroinfonews.com.susunan tulangan pada sejumlah bagian tampak memiliki jarak antar-behel yang tidak seragam. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai apakah pemasangan tulangan telah mengacu secara konsisten pada gambar kerja, spesifikasi teknis, dan ketentuan konstruksi yang menjadi dasar pelaksanaan proyek.
Meski demikian, kondisi visual tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau kegagalan konstruksi. Kepastian mengenai benar atau tidaknya pemasangan tulangan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis di lapangan serta klarifikasi dari pelaksana dan pengawas proyek.
“Dari dokumentasi yang kami peroleh, memang terlihat ada bagian rangka tulangan dengan jarak behel yang tampak tidak seragam. Tetapi kami tidak ingin mengambil kesimpulan hanya dari foto. Yang perlu dijelaskan adalah berapa ukuran dan jarak sengkang yang dipersyaratkan dalam gambar kerja serta apakah pelaksana telah memasangnya sesuai ketentuan,” kata tim investigasi metroinfo news.Rabu (12/8/2026).

Bukan Sekadar Soal Jarak Behel
Persoalan mutu pekerjaan struktur tidak berhenti pada tampilan jarak behel. Ada sejumlah aspek teknis yang perlu dipastikan sebelum proses pengecoran dilakukan, antara lain diameter dan jumlah tulangan, jarak sengkang, posisi tulangan, panjang penyaluran, selimut beton, kualitas material, hingga metode dan mutu pelaksanaan pengecoran.
Karena itu, pengawasan pada tahap pekerjaan struktur menjadi sangat penting. Kesalahan pemasangan yang luput dari pemeriksaan sebelum pengecoran berpotensi sulit diverifikasi secara visual setelah beton terlanjur tertutup.
Dengan nilai pekerjaan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, publik tentu memiliki alasan untuk meminta adanya keterbukaan mengenai standar teknis yang digunakan dalam pembangunan tersebut.
Ramli menegaskan, sorotan terhadap proyek tersebut bukan bertujuan menghakimi pihak pelaksana, melainkan mendorong agar penggunaan anggaran pemerintah dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Kami tidak menuduh pekerjaan ini tidak sesuai. Justru karena nilainya besar dan merupakan fasilitas pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, maka standar mutu harus benar-benar dijelaskan dan dibuktikan. Jika sudah sesuai, tunjukkan gambar kerja, spesifikasi dan hasil pemeriksaannya,” tegas ramli.
Diminta Buka Dokumen dan Hasil Pemeriksaan
Publik juga mendorong pihak pelaksana dan pengawas proyek untuk memberikan penjelasan terbuka terkait spesifikasi pekerjaan struktur, khususnya standar ukuran serta jarak behel yang digunakan pada bagian bangunan yang tengah dikerjakan.
Selain itu, hasil pemeriksaan terhadap pemasangan tulangan sebelum pengecoran juga dinilai penting untuk diketahui, termasuk siapa pihak yang melakukan pemeriksaan dan memastikan pekerjaan tersebut telah memenuhi ketentuan teknis.
Transparansi menjadi semakin penting karena proyek tersebut menggunakan bantuan pemerintah. Artinya, kualitas hasil pekerjaan bukan hanya menjadi tanggung jawab kontraktor, tetapi juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pekerjaan telah sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis, klarifikasi tersebut tentu dapat menjawab keraguan yang berkembang di masyarakat.
Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah perbaikan sesuai ketentuan sebelum pekerjaan memasuki tahapan berikutnya.
Pengawasan Jangan Menunggu Bangunan Jadi
Proyek revitalisasi SLB Negeri 1 Takalar diharapkan tidak hanya mengejar target progres fisik. Lebih dari itu, bangunan yang dihasilkan harus memenuhi aspek keamanan, kelayakan, mutu dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Pengawasan dari pelaksana, konsultan/pengawas, serta instansi terkait dinilai harus dilakukan secara serius sejak pekerjaan struktur hingga tahap akhir.
Sebab, kualitas sebuah bangunan tidak cukup dinilai dari tampilan luarnya. Mutu justru sangat ditentukan oleh pekerjaan yang berada di balik beton yang nantinya tidak lagi terlihat.
Karena itu, sorotan terhadap rangka tulangan di proyek revitalisasi SLB Negeri 1 Takalar semestinya menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan benar-benar sesuai dengan dokumen teknis dan standar yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini ditulis, Titik-Fakta.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek mengenai jarak pemasangan behel, gambar kerja yang digunakan, serta hasil pemeriksaan teknis terhadap pekerjaan struktur yang menjadi sorotan.
Konfirmasi dan klarifikasi dari pihak terkait tetap terbuka dan penting dimuat sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

