METROINFONEWS.COM | ACEH TIMUR – Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan ruang kelas baru MTsN 1 Aceh Timur, Jalan. Banda Aceh-Medan Kilo Meter 342. Desa Peula u,
Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur Pelaksana Teknis lapangan tidak ada di lapangan. Dikabarkan kurang pengawasan dari sejumlah pihak penyelenggara kegiatan.

Hasil pantauan awak media Metroinfonews.com saat melakukan tugas kontrol sosial di lapangan pada sejak Kamis (11/09/2025) menunjukkan, bahwa sejumlah pelaksana teknis lapangan diketahui jarang berada dilokasi proyek konstruksi tersebut. Kondisi ini patut dipertanyakan standar kualitas hasil pekerjaannya.
“Pengawas tidak ada pak, tutur pekerja saat dikonfirmasi oleh awak media Metroinfonews.com dan juga mengatakan tidak ada yang tau dimana keberadaan pengawas lapangan saat itu,” ujar salah satu pekerja yang tidak diketahui namanya.
Proyek ini memiliki anggaran sebesar Rp2.604,757.000. yang bersumber dari Anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh. Pekerjaan ini dikerjakan oleh CV. Ikhlas That.
Dan” Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh diharapkan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan.
Hingga berita ini ditayangkan pihak awak media Metroinfonews.com belum berhasil menemui pelaksana teknis lapangan, begitu juga dari CV. Ikhlas That selaku pelaksana proyek tersebut.
Berita Sebelumnya:
Proyek 2 Miliar CV. Ikhlas That di MTsN 1 Aceh Timur Diduga Abaikan K3, Pekerja Tak Dilengkapi APD
Proyek pembangunan ruang kelas baru MTsN 1 Aceh Timur, Provinsi Aceh yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp2.6 miliar, menjadi sorotan publik.

Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Ikhlas That dengan pengawasan dari CV. Graha Nuansa Konsultan. Namun, di tengah progres pengerjaan, muncul dugaan bahwa pihak pelaksana proyek mengabaikan aspek keselamatan kerja.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja terlihat tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, pada saat mereka bekerja.
Sorotan tajam juga datang dari masyarakat setempat, yang menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap standar keselamatan kerja di proyek tersebut.

“Kalau dalam anggaran tender sudah ada pos untuk APD, tapi kenyataannya tidak digunakan dan tidak ada teguran, bisa jadi anggaran APD disalahgunakan. Bisa juga proyek ini dijalankan seolah-olah pakai dana pribadi,” ujarnya saat dimintai tanggapan.
Sementara itu, awak media hendak melakukan konfirmasi mengenai kenapa para pekerja tidak mengenakan APD, namun disayangkan pengawas tidak berada di lokasi proyek.
Upaya konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Kegiatan (PPK) Kantor Kementrian Agama (Kemeneg) Kabupaten Aceh Timur belum bisa ditemui.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai komitmen semua pihak dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan para pekerja proyek yang seharusnya menjadi prioritas utama.(DANTON) Kaperwil Aceh

