METROINFONEWS.COM | ACEH TIMUR – Proyek pembangunan ruang kelas baru MTsN 1 Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh, Provinsi Aceh yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp2.6 miliar, menjadi sorotan publik.

Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Ikhlas That dengan pengawasan dari CV. Graha Nuansa Konsultan. Namun, di tengah progres pengerjaan, muncul dugaan bahwa pihak pelaksana proyek mengabaikan aspek keselamatan kerja.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja terlihat tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, pada saat mereka bekerja.

Sorotan tajam juga datang dari masyarakat setempat, yang menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap standar keselamatan kerja di proyek tersebut.
“Kalau dalam anggaran tender sudah ada pos untuk APD, tapi kenyataannya tidak digunakan dan tidak ada teguran, bisa jadi anggaran APD disalahgunakan. Bisa juga proyek ini dijalankan seolah-olah pakai dana pribadi,” ujarnya saat dimintai tanggapan.

Sementara itu, awak media hendak melakukan konfirmasi mengenai kenapa para pekerja tidak mengenakan APD, namun disayangkan pengawas tidak berada di lokasi proyek.
Upaya konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Kegiatan (PPK) Kantor Kementrian Agama (Kemeneg) Kabupaten Aceh Timur belum bisa ditemui.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai komitmen semua pihak dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan para pekerja proyek yang seharusnya menjadi prioritas utama.(DANTON) Kaperwil Aceh

