METROINFONEWS.COM ][ TAKALAR – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Takalar diwarnai sorotan serius terkait dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap seorang mahasiswi yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Menurut informasi yang dihimpun, oknum yang disebut berprofesi sebagai tenaga pengajar tersebut diduga memasang kamera ponsel secara diam-diam di fasilitas toilet sebuah sekolah untuk merekam aktivitas pribadi korban tanpa persetujuannya.
Kasus tersebut mendapat kecaman dari Ketua LSM Pemantik. Rahman Suandi , Ia menilai, jika dugaan tersebut terbukti, tindakan itu merupakan perbuatan serius yang tidak mencerminkan etika seorang ASN maupun pendidik.
LSM Pemantik juga mendesak Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan apabila pelanggaran tersebut terbukti melalui proses pemeriksaan.
Selain itu, aparat penegak hukum diminta segera melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tetap menjunjung tinggi hak korban serta asas praduga tak bersalah.
Kasus ini menjadi perhatian penting terhadap perlunya jaminan keamanan bagi mahasiswa yang melaksanakan KKN, khususnya di lingkungan sekolah dan instansi pemerintahan. Semua pihak diharapkan turut menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk pelecehan.

