METROINFONEWS.COM | MAKASSAR — Sekretaris Jenderal Perkumpulan Perawat Pembaharuan Indonesia (PPPI) Sulawesi Selatan, Sarifuddin Andi Latif, mengajak seluruh perawat di Sulawesi Selatan dan mahasiswa keperawatan di Makassar untuk bersama-sama mengawal proses penangguhan kasus dua perawat yang ditahan di Polrestabes Makassar terkait kematian pasien di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD).
Dalam pernyataannya, Andi Latif meminta seluruh perawat untuk memberi dukungan agar penangguhan kedua perawat tersebut dapat segera terwujud dan meminta Kapolrestabes untuk mengabulkan permohonan tersebut.
Ia menegaskan bahwa duka yang dialami oleh rekan sejawat merupakan duka bersama, yang harus dihadapi dengan solidaritas sebagai bentuk semangat perjuangan profesi perawat.
Andi Latif, juga menyampaikan beberapa catatan penting kepada pemerintah daerah mengenai perlunya perbaikan dalam fasilitas kesehatan untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Ia menekankan pentingnya penambahan tenaga perawat agar sesuai dengan kapasitas rasio jumlah pasien.
Menurutnya, terdapat ironi di mana perawat diharapkan untuk menjaga profesionalisme di tengah minimnya dukungan dari fasilitas dan tenaga di rumah sakit. “Ini adalah masalah serius. Tidak mungkin perawat dapat menjaga profesionalismenya jika fasilitas dan jumlah tenaga kerja tidak memadai,” ungkapnya.
Dengan demikian, PPPI Sulsel berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah Sulsel untuk memperbaiki kondisi yang ada dan mendukung tenaga Kesehatan dalam menjalankan tugas mereka dengan optimal.(Ir.T)

