Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Satreskrim Takalar Tindak Tegas Pelaku Kriminal,kasus Busur Hingga Pencurian Emas Terungkap.

Mei 13, 2026

Semangat Gotong Royong Warga Cakura, Masjid Dibangun dari Swadaya Masyarakat Capai Rp.850 Juta.

Mei 13, 2026

Pemdes Banggae Salurkan 567 Paket Sembako, Warga Bersyukur atas Bantuan yang Diterima.

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»OPINI»Opini: Dampak Pembangunan CPI terhadap Lingkungan Pantai Losari Makassar
OPINI

Opini: Dampak Pembangunan CPI terhadap Lingkungan Pantai Losari Makassar

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaApril 20, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh : Rahmatullah

METROINFONEWS.COM | MAKASSAR -Pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) di Pantai Losari, Makassar, telah menjadi topik perdebatan yang hangat, terutama dari perspektif ilmu lingkungan dan pertambangan. Proyek reklamasi ini telah menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan pesisir dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Dari sudut pandang ilmu lingkungan, kerusakan yang ditimbulkan oleh proyek CPI mencerminkan konsekuensi serius dari intervensi manusia terhadap ekosistem alami. Abrasi pantai yang terjadi di Pantai Galesong, misalnya, merupakan hasil langsung dari penambangan pasir laut yang digunakan dalam proyek reklamasi⁹. Ini menunjukkan bagaimana aktivitas pertambangan dapat mengubah dinamika alam, seperti sirkulasi air dan sedimentasi, yang pada akhirnya berdampak pada habitat laut dan keberlangsungan hidup masyarakat nelayan.

Pertambangan pasir laut untuk keperluan reklamasi CPI juga telah menyebabkan perubahan bentang alam dan ekosistem pesisir. Penyedotan pasir menciptakan rongga di dasar laut yang mengubah pola arus dan menyebabkan erosi lebih lanjut di daratan. Hal ini tidak hanya mengancam rumah dan mata pencaharian masyarakat pesisir, tetapi juga merusak habitat biota laut yang bergantung pada terumbu karang dan ekosistem pantai yang sehat.

Dari perspektif pertambangan, proyek CPI menunjukkan bagaimana eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan yang lebih luas. Kegiatan pertambangan, terutama yang berskala besar dan tidak mematuhi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, sering kali menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk pencemaran air, tanah, dan udara, serta memerosotkan kualitas habitat alami.

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Pantai Losari akibat pembangunan CPI adalah contoh nyata dari perlunya pendekatan yang lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam. Pembangunan yang berwawasan lingkungan tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan ekologis, tetapi juga untuk memastikan bahwa kegiatan ekonomi tidak mengorbankan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan untuk generasi yang akan datang.

Dalam konteks ini, penting bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kembali proyek-proyek seperti CPI dan mengadopsi praktik yang lebih berwawasan lingkungan, yang tidak hanya meminimalkan dampak negatif tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan(red/*)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKunjungi Kediaman Ketum Solider di Parungnge, Pimum Media Suara Tipikor Ham dan Sinar Sulawesi, Keluhkan Kondisi Jalan
Next Article Ratusan Tamu Undangan Antusias Hadiri Acara Seminar dan Halal Bihalal Owner Kosmetik MW Glow

Berita Terkait:

MAKASSAR Februari 4, 2026

Tragedi Anak Sekolah dan Negara yang Gagal Berpihak

Februari 4, 2026 MAKASSAR
MAKASSAR Januari 30, 2026

Menularkan Spirit Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara Takalar

Januari 30, 2026 MAKASSAR
HUKUM Januari 30, 2026

Ketika Jurnalis Jadi Korban Kekerasan, LBH No Viral No Justice Angkat Suara

Januari 30, 2026 HUKUM
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.