METROINFONEWS.COM | Makassar, 20 November 2024 – Kasus HIV di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami lonjakan yang sangat signifikan pada tahun 2024, dengan tercatat 1.463 kasus terkonfirmasi.
Lonjakan ini semakin memprihatinkan mengingat dampak yang ditimbulkan bukan hanya terhadap kesehatan, tetapi juga terhadap kualitas hidup penderita dan masyarakat Sulawesi Selatan.
Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Pengurus Pusat Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI), Irham Tompo, mengajak semua pihak, baik dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga tokoh agama, untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV di Sulawesi Selatan.
Angka 1.463 kasus positif HIV di Sulsel pada 2024 tersebut dikonfirmasi melalui komunikasi via WhatsApp oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M, Kes, MM, MH.
Dalam pernyataan yang disampaikan, dr. Ishaq Iskandar mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kasus HIV seiring dengan berkembangnya fasilitas kesehatan yang kini memiliki kemampuan lebih untuk melakukan tes dan pengobatan. Proses aktif menemukan kasus HIV kini semakin gencar dilakukan, khususnya di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Kelompok-kelompok yang paling rentan terhadap penularan HIV adalah:
WPS: Wanita Pekerja Seks
LSL: Laki-laki Seks Laki-laki
Waria: Transgender (laki-laki yang mengidentifikasi diri sebagai perempuan)
Penasun: Pengguna narkoba suntik
dr. Ishaq juga menekankan bahwa penanggulangan HIV bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi harus melibatkan berbagai sektor terkait.
Salah satu peran utama Dinas Kesehatan adalah memastikan orang yang terinfeksi HIV (ODHIV) dapat tetap sehat dan produktif tanpa menularkan penyakit ke orang lain. Bebernya
Selain itu, perlu ada perubahan perilaku di kalangan masyarakat berisiko, seperti menghindari narkoba suntik, tidak berganti-ganti pasangan seksual, dan mendapatkan informasi yang benar tentang HIV.
Lebih lanjut dr. Ishaq, peran berbagai sektor sangat diperlukan dalam menangani permasalahan HIV. Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Agama, Tokoh Agama ,Kementrian Agama, K𝚘𝚖𝚒𝚗𝚏𝚘 , B𝚒𝚛𝚘 K𝚎𝚜𝚛𝚊, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga pemerhati lainnya harus terlibat dalam memberikan edukasi dan informasi yang tepat mengenai HIV.
Pemberdayaan masyarakat dengan informasi yang benar akan menjadi langkah penting untuk menurunkan angka penularan HIV.
Direktur Yayasan Gaya Celebes (YGC), Andi Akbar Halim Yang juga sebagai praktisi dan Konselor HIV AIDS, mengungkapkan bahwa dampak HIV tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga psikososial, spiritual, dan sosial.
HIV sering kali disertai dengan stigma dan diskriminasi, yang dapat menambah beban psikologis bagi penderitanya. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan semua komponen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi ODHIV. Tandasnya
HIV dapat menyebar melalui darah, sperma, air susu ibu (ASI), dan penggunaan narkoba suntik. Perilaku berisiko seperti berganti pasangan seksual secara tidak aman atau menggunakan narkoba suntik menjadi faktor utama penyebaran virus ini.Tegas Andi Akbar
Oleh karena itu, upaya preventif seperti edukasi tentang perilaku aman sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penularan HIV. Ujar Direktur YGC
Sebagai penutup, Irham Tompo menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat dengan informasi yang benar tentang HIV merupakan langkah penting untuk menurunkan angka penularan.
Menurutnya, edukasi yang lebih luas dan inklusif dapat membantu mengubah pola pikir masyarakat dan memperkecil peluang penularan HIV di kalangan kelompok berisiko.Tambah Irham
“Kerjasama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga-lembaga sosial akan sangat membantu dalam upaya menanggulangi HIV.
Kami dari BMKI siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV di Sulsel,” tutup Irham.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kerjasama dari semua pihak, diharapkan kasus HIV di Sulsel dapat dikendalikan, dan angka penularan dapat ditekan, sehingga kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik. Pungkasnya(red/*)

