GOWA SUL-SEL – Kabupaten Gowa adalah wilayah tersohor dimana Kerajaan Gowa pada Abad 17 mencapai puncak kemakmuran dan pernah menguasai sebagian besar belahan Dunia hal itu tentu tidak lepas dari wibawa dan moralitas seorang pemimpin namun kini sedang tidak baik-baik saja.Selasa (05/05/2025).
Sebuah Issue yang menuai goncangan Moral bagi seluruh warga Kabupaten Gowa khususnya dan suku Makassar Bugis pada umumnya dengan beredarnya rumor tentang sebuah Skandal yang menyeret nama pemimpin besar Kabupaten Gowa merupakan hal Sakral untuk menjadi perhatian bagi segenap Masyarakat dan lembaga adat di tanah Makassar.
Salah satu Tokoh Masyarakat Budaya, Muh.Indra Mapparenta (Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia/DPD Takalar) sebagai Keturunan Anrong Guru Bontonompo ke-V sangat menyesalkan adanya kegaduhan tentang sebuah Skandal “Siri” yang sampai sejauh ini belum menghasilkan titik terang bagi Masyarakat Adat Gowa.
Menurut Indra, “Kita baru saja memperingati Hari Pendidikan Nasional, namun dengan munculnya berbagai pamflet bersuara miring tentang “Siri” itu adalah merupakan tindakan yang sifatnya tidak mendidik, merupakan suatu bentuk provokasi bagi masyarakat, hal seperti itu hanya upaya mengacaukan suasana “Damai”.
Indra Mapparenta juga menegaskan, “Para pengurus Lembaga Adat Gowa sebaiknya mengambil sikap tegas”, jangan sampai menjadi penonton saja, banyak langkah yang bisa di tempuh untuk meredam kegaduhan seperti ini, apalagi ada DPRD yang ketika kita laporkan hal ini bisa saja mereka melaksanakan Rapat Dengar Pendapat.
Terakhir, Indra Mapparenta berharap hal kontradiktif ini harus segera selesai, dan itu hanya bisa tercapai ketika proses hukum berjalan baik, dan tentunya itu tergantung bagaimana pressure para penggiat Budaya dan LSM dalam mengawal kasus ini,”Tutupnya.
