Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

*Jangan Ada Diskriminasi Negara terhadap Jurnalis: Independensi Bukan Dasar Membiarkan Wartawan “Kelaparan”*

Mei 4, 2026

Gelar Webinar Nasional Peringati Hari Kartini 2026, KKTP Hadirkan Tokoh Nasional dan Akademisi.

Mei 3, 2026

Kepsek UPT SDN 175 inpres Bonto Baddo, Hardiknas 2026, Pendidikan Takalar Semakin Bermutu.

Mei 3, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»*Jangan Ada Diskriminasi Negara terhadap Jurnalis: Independensi Bukan Dasar Membiarkan Wartawan “Kelaparan”*
DAERAH

*Jangan Ada Diskriminasi Negara terhadap Jurnalis: Independensi Bukan Dasar Membiarkan Wartawan “Kelaparan”*

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaMei 4, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM ][ TAKALAR – Narasi tentang independensi pers yang selama ini dijadikan alasan oleh negara untuk tidak memberikan dukungan finansial atau penghargaan kepada jurnalis mulai digugat. Kebijakan ini dinilai sebagai kekeliruan besar yang mencerminkan tindakan diskriminatif dan ketidakadilan yang sistematis.

Dalam pernyataan sikap terbarunya, Ruslan,. CPLA menekankan bahwa wartawan adalah elemen bangsa yang paling berjasa karena bekerja sebagai mata, telinga, dan “CCTV” negara tanpa membebani kas negara. Namun, ironisnya, mereka justru dibiarkan bertahan hidup tanpa penghargaan maupun dukungan operasional yang jelas.

“Mengaitkan ketiadaan penghargaan dengan alasan menjaga independensi adalah sebuah kekeliruan logika. Seharusnya, negara mampu membuat regulasi dan memisahkan pos anggaran khusus yang independen untuk jurnalis, agar mereka tidak menjadi ‘pengemis’ di negeri yang mereka jaga sendiri,” tegas pernyataan tersebut.

Ruslan,. CPLA juga menyoroti fenomena sosial di mana wartawan sering kali diterpa isu miring terkait pemerasan, keberpihakan, atau praktik “mengamankan berita di bawah meja”. Hal ini dipandang bukan sekadar masalah moral individu, melainkan dampak nyata dari pengabaian kesejahteraan.

“Publik harus paham bahwa jurnalis juga manusia yang butuh hidup. Ketika negara abai, maka potensi penyimpangan profesi menjadi terbuka lebar. Sangat menyakitkan melihat oknum yang diberi makan melimpah dari kas negara justru menjadi pengkhianat dan menipu rakyat, sementara wartawan yang membela kebenaran justru tidak dihargai.”

Negara didorong untuk segera merumuskan aturan yang memungkinkan adanya dukungan operasional atau insentif bagi wartawan tanpa harus mengintervensi independensi ruang redaksi. Pemberian penghargaan ini bukan bentuk “penyuapan” oleh penguasa, melainkan hak atas pengabdian profesi yang diberikan oleh negara karena menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemajuan bangsa.

“Menuntut pers untuk tetap suci dan tajam tanpa memikirkan bagaimana dapur para jurnalisnya tetap mengepul adalah bentuk ketidakadilan yang nyata. Sudah saatnya diskriminasi ini dihentikan dengan regulasi yang berpihak pada kesejahteraan insan pers,” tutupnya.(Red)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleGelar Webinar Nasional Peringati Hari Kartini 2026, KKTP Hadirkan Tokoh Nasional dan Akademisi.

Berita Terkait:

DAERAH Mei 3, 2026

Gelar Webinar Nasional Peringati Hari Kartini 2026, KKTP Hadirkan Tokoh Nasional dan Akademisi.

Mei 3, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 3, 2026

Kepsek UPT SDN 175 inpres Bonto Baddo, Hardiknas 2026, Pendidikan Takalar Semakin Bermutu.

Mei 3, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 3, 2026

SD Inpres Topejawa, Hardiknas 2026 Mutu Pendidikan Takalar Semakin Meningkat.

Mei 3, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.