METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Warga Kota Langsa meminta pemilik akun Facebook Presdir Esbeye untuk menghentikan unggahan bernada hujatan terhadap Wali Kota Langsa terkait penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu terakhir. Mereka menilai kritik yang disampaikan di media sosial seharusnya dilakukan secara santun dan berimbang, bukan menyerang secara pribadi. Jum’at (05/12/2025).
Sejumlah tokoh masyarakat menegaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan bencana alam yang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah, terlebih curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai turut menjadi faktor utama. Menurut mereka, pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah cepat di lapangan.
Warga menyebut bahwa sejak awal banjir, Pemko Langsa telah bergerak mengevakuasi warga, membuka dapur umum, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan pendataan kerusakan. Karena itu, mereka berharap kritik yang disampaikan warganet dapat mempertimbangkan fakta lapangan tersebut.
Salah seorang warga Gampong Kapa, Fahrur Razi mengatakan bahwa konten di akun FB tersebut justru memancing perpecahan dan memperkeruh suasana ketika masyarakat masih berjuang memulihkan keadaan pascabanjir. Ia mengingatkan bahwa media sosial sebaiknya menjadi ruang berbagi informasi dan solusi, bukan tempat melampiaskan kemarahan.
Tokoh pemuda lainnya menilai kritik yang membangun tetap dibutuhkan, namun tidak dengan ujaran yang berpotensi menimbulkan fitnah. Ia meminta agar pemilik akun dapat mengedepankan etika bermedia sosial dan memberikan ruang bagi pemerintah menyelesaikan tugas dalam pemulihan pascabencana.
Masyarakat juga mengajak seluruh pihak untuk fokus pada pemulihan kondisi, membantu warga terdampak, serta mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi dampak banjir. Mereka berharap perdebatan yang tidak produktif di media sosial dapat dihentikan demi menjaga kondusivitas.
Di akhir, warga menekankan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menghadapi musibah. Mereka berharap semua pihak dapat menahan diri, menjaga ucapan, serta turut berperan dalam membangun kembali Kota Langsa pascabanjir, bukan saling menyalahkan,” tutupnya.(DANTON) Kaperwil Aceh
