Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PANTAU TANI Dorong Monitoring Pertanian Takalar Berbasis Data.

Agustus 19, 2026

BAZNAS Takalar Punya Lima Pimpinan Baru Periode 2026–2031.

Agustus 19, 2026

Hari Jadi ke-3 Kema Kema Ceria Dirayakan Meriah, Semarak HUT RI ke-81 Penuh Kebersamaan.

Agustus 18, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»NASIONAL»Mahasiswa Diajak Kuatkan Wawasan Kebangsaan, Cegah Radikalisme Sejak Dini
NASIONAL

Mahasiswa Diajak Kuatkan Wawasan Kebangsaan, Cegah Radikalisme Sejak Dini

RedaksiBy RedaksiMei 16, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM |PONTIANAK, Generasi muda dinilai sebagai kelompok paling rentan disusupi paham intoleransi dan radikalisme. Melihat ancaman yang terus berkembang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar dialog interaktif pada Kamis, (15/5/2025).
Dengan mengangkat tema pencegahan paham intoleran dan radikalisme di kalangan mahasiswa dan pemuda.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Pontianak serta perwakilan BEM se-Kalbar.Serta menghadirkan dua narasumber utama: Didi Darmadi, Kepala Bidang Pengkajian dan Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar, serta Paskaria Ema, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalbar.

Menurut Didi Darmadi, penyebaran paham intoleran dan radikal hingga kini masih marak dan menjadikan kampus sebagai salah satu target utama.

Mahasiswa, katanya, memiliki kapasitas intelektual dan daya pengaruh yang besar, sehingga sangat mungkin dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Lingkungan kampus menjadi sasaran karena mahasiswa mampu membangun basis dukungan, memiliki keterampilan khusus, dan berada dalam fase pencarian jati diri. Jika tidak dibentengi dengan pemahaman kebangsaan, mereka bisa mudah terpapar,” tegas Didi.

Ia menambahkan penyebaran paham ini tidak hanya melalui forum keagamaan, tetapi juga lewat media sosial.
Pemahaman keagamaan yang dangkal dan minimnya literasi digital membuat mahasiswa semakin rentan terhadap narasi yang menyesatkan.
Karena itu, dialog-dialog kebangsaan dinilai penting untuk memperkuat pertahanan ideologis generasi muda.

“Kalau kampus bisa menciptakan generasi yang cinta tanah air dan memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, maka penyebaran paham radikalisme bisa diminimalisir,” kata Didi.

Sekretaris Kesbangpol Provinsi Kalbar, Paskaria Ema, menegaskan bahwa semua lini masyarakat berpotensi disusupi paham intoleran dan radikal.

Namun ia menekankan bahwa generasi muda adalah kelompok yang paling strategis untuk dibekali wawasan kebangsaan sejak dini.

“Kesbangpol terus melakukan penguatan wawasan kebangsaan mulai dari tingkat SMA. Kami mengapresiasi langkah Universitas Muhammadiyah Pontianak yang aktif mendorong kesadaran ini di level mahasiswa,” ujar Paskaria.

Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Pontianak, Muhammad Sher Khan, menyatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman mendalam tentang pentingnya menangkal paham radikalisme dan intoleransi di kalangan generasi muda.

“Pemuda harus memahami pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama. Harapannya, nilai-nilai itu bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Dengan intensitas dialog seperti ini, para pihak berharap kampus tidak hanya jadi ruang belajar akademik, tetapi juga benteng pertahanan ideologis bangsa. Sebab, mencegah lebih baik daripada membiarkan generasi muda kehilangan arah dan menjadi alat kepentingan kelompok radikal. (Mika)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePetani Desa Waelo Komitmen Setorkan 100% Gabah Dan Beras Ke Bulog Jika Bulog Konsisten
Next Article Perkuat Sinergi dan Kerjasama, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Kajati Kalbar

Berita Terkait:

PEMERINTAH Agustus 18, 2026

HUT RI ke-81 di Takalar Berlangsung Khidmat, Bupati Jadi Pembina Upacara, Ketua DPRD Bacakan Proklamasi.

Agustus 18, 2026 PEMERINTAH
DAERAH Agustus 16, 2026

Ribuan Warga Padati Lapangan Paddinging, Jalan Sehat Sanrobone Berlangsung Meriah.

Agustus 16, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 16, 2026

Pastikan Berjalan Aman dan Lancar Babinsa Pantau Gerak Jalan Santai Tingkat Kecamatan Mappakasunggu.

Agustus 16, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.