METROINFONEWS.COM | Makassar, – Kedatangan Kapolri ke Sulawesi Selatan diwarnai aksi demonstrasi dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel, Kamis (15/5/2025), di kawasan Flyover dan depan Hotel Claro, Makassar. Aksi ini menjadi bentuk protes terbuka terhadap lemahnya penegakan hukum terhadap kejahatan terorganisir di wilayah tersebut.
Ratusan massa aksi memblokade Jalan Andi Pettarani dengan menggunakan satu unit truk sebagai mimbar orasi. Mereka menyuarakan tuntutan kepada aparat penegak hukum agar bersikap tegas dan tidak tebang pilih dalam menindak pelanggaran hukum.Kamis 15 Mei 2025
Koordinator aksi, Aas, menyebut bahwa sejumlah tindak kejahatan seperti mafia solar, korupsi, tambang ilegal, penipuan online, dan peredaran narkoba masih marak dan terkesan dibiarkan. Ia menuding adanya indikasi kongkalikong antara aparat penegak hukum dengan pengusaha, sehingga berbagai kejahatan tersebut sulit diberantas secara tuntas.
“Ini adalah bentuk kegagalan Polda Sulsel dalam menindak kejahatan terorganisir. Lemahnya penegakan hukum menunjukkan institusi tidak serius dalam menjalankan tugasnya,” tegas Aas.
Ia juga menyoroti peredaran narkoba yang kini merambah ke berbagai lapisan masyarakat serta aktivitas tambang ilegal yang terus berlangsung tanpa izin resmi, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik horizontal.
Aas menambahkan bahwa kondisi ini mencerminkan krisis kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan negara. “Ketika hukum tidak dijalankan secara konsisten, maka rasa keadilan di tengah masyarakat hilang dan kejahatan akan semakin mengakar,” ujarnya.
Sejumlah Kasus Disorot:
-Mafia solar di Kabupaten Luwu Timur
-Tambang ilegal di Kabupaten Gowa, Luwu Timur, dan Maros
-Peredaran narkoba di Kabupaten Bone dan Kota Makassar
-Dugaan korupsi di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan
Tuntutan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel:
1. Mendesak Kapolri mencopot Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel yang dianggap gagal menindak mafia solar dan tambang ilegal.
2. Mendesak pencopotan Kapolrestabes Makassar dan Kapolres Bone atas dugaan keterlibatan oknum dalam penyalahgunaan narkoba.
3. Mendesak pencopotan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar karena diduga menerima setoran dari mantan bandar narkoba.
4. Mendesak pencopotan Kapolres Gowa dan Kapolrestabes Makassar atas tidak tuntasnya penanganan kasus dugaan korupsi di RS Syekh Yusuf Gowa dan RS Dadi Makassar.
5. Mendesak aparat hukum menetapkan tersangka dalam kasus kematian anak yang tenggelam di kolam renang Hotel Claro Makassar.
Dengan orasi yang berlangsung damai, massa akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan mereka. Mereka menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan adil sebagai pondasi bagi terciptanya kepercayaan publik dan stabilitas sosial di Sulawesi Selatan.(/**)

