METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Pasca bencana banjir dahsyat yang melanda Kota Langsa di sejumlah kecamatan di Kota Langsa, warga kini menghadapi masalah baru berupa krisis bahan bakar minyak (BBM). Selama pasca banjir melanda, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU, bahkan di bebera SPBU tutup membuat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan aktivitas harian.

Kelangkaan ini diduga terjadi akibat terganggunya distribusi BBM selama banjir, terutama di jalur-jalur utama jalan nasional yang sempat terendam dan tidak dapat dilewati kendaraan pengangkut. Akibatnya, pasokan BBM menurun dan stok SPBU lebih cepat habis dari biasanya.
Antrean kendaraan tampak mengular hingga ratusan kilo meter. Warga harus menunggu berjam-jam hanya untuk memperoleh beberapa liter BBM. Banyak yang mengeluh karena waktu kerja terbuang dan aktivitas ekonomi terganggu. “Kami baru dapat masuk ke SPBU setelah antre hampir tujuh jam itu pun harus dibatasi pembelian,” keluh seorang pengendara, Senin (01/12/2025).
Dampak krisis BBM ini turut dirasakan oleh pelaku ojek, sopir angkutan umum, hingga pedagang kecil. Mereka mengaku kehilangan banyak pendapatan karena sulit beroperasi. Beberapa usaha rumahan yang mengandalkan mobilitas juga terpaksa berhenti sementara hingga situasi kembali normal.

Warga menilai pemerintah dan pihak Pertamina perlu gerak cepat untuk menormalkan kembali suplai BBM pasca banjir. Mereka berharap pemerintah lebih tanggap, mengingat krisis ini datang saat masyarakat masih dalam kondisi memulihkan diri dari dampak bencana. “Kami sudah terkena banjir, sekarang ditambah susah cari BBM. Tolong segera diatasi,” ungkap warga lainnya.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait kapan distribusi BBM akan kembali stabil. Beberapa SPBU dalam wilayah Kota Langsa banyak yang tutup hanya satu SPBU Harapan Langsa satu-satunya yang beroperasi.
Sementara itu, antrean panjang di SPBU Harapan Langsa masih terus terjadi. Warga berharap suplai BBM segera kembali normal agar aktivitas masyarakat, terutama yang baru bangkit pasca banjir, tidak semakin terhambat.(DANTON) Kaperwil Aceh
