Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ribuan Warga Padati Lapangan Paddinging, Jalan Sehat Sanrobone Berlangsung Meriah.

Agustus 16, 2026

Pastikan Berjalan Aman dan Lancar Babinsa Pantau Gerak Jalan Santai Tingkat Kecamatan Mappakasunggu.

Agustus 16, 2026

Semarak HUT RI ke-81, Warga Pappa Antusias Ikuti Beragam Lomba Berhadiah Fantastis.

Agustus 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»ADVERTORIAL»KMPI Desak Tanggung Jawab Sosial PT Lonsum dan Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Aktivis
ADVERTORIAL

KMPI Desak Tanggung Jawab Sosial PT Lonsum dan Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Aktivis

RedaksiBy RedaksiJuli 1, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM |Bulukumpa, Sulsel — Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT London Sumatera (Lonsum) di Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Selasa 1/7/2025.

Aksi ini merupakan respons terhadap semakin maraknya ketimpangan sosial dan kelalaian tanggung jawab perusahaan yang dinilai abai terhadap kondisi pekerja dan masyarakat sekitar.

Dalam aksi tersebut, KMPI menyoroti dua persoalan utama. Pertama, diduga tidak tersedianya alat pelindung diri (APD) bagi pekerja maupun masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas operasional perusahaan.

Kedua, minimnya transparansi dan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT Lonsum, yang hingga kini diduga belum dirasakan manfaatnya secara merata oleh warga setempat.

Jenderal Lapangan KMPI, Rehan, mengungkapkan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya menimbulkan persoalan sosial, tetapi juga mengancam kondisi lingkungan hidup.

“Kami mencatat adanya indikasi pencemaran air dan udara, bahkan kerusakan lahan yang cukup serius akibat aktivitas operasional PT Lonsum. Ini harus diaudit secara independen,” tegas Rehan dalam orasinya.

Lebih lanjut, KMPI menuntut agar pihak PT Lonsum mematuhi UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 74, yang mengatur kewajiban perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Bentuk CSR yang seharusnya dilakukan mencakup pengembangan pendidikan, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi warga, hingga perlindungan lingkungan hidup.

“Kami mendesak perusahaan membuka laporan resmi mengenai pelaksanaan CSR sejak mereka beroperasi. Jangan ada lagi program CSR yang hanya formalitas tanpa manfaat riil,” imbuh Rehan.

Tak hanya itu, suasana aksi sempat memanas setelah Rehan, selaku jenderal lapangan, diduga mengalami penganiayaan oleh salah satu pekerja perusahaan saat menyampaikan pendapatnya secara terbuka di depan kantor perusahaan.

Atas insiden tersebut, KMPI secara tegas meminta aparat penegak hukum segera menangkap dan memproses pelaku kekerasan terhadap aktivis yang sedang menyuarakan hak masyarakat.

“Ini bentuk pembungkaman terhadap aktivis. Kami minta polisi bertindak tegas dan adil,” ujar perwakilan KMPI dalam pernyataannya.

KMPI menegaskan, mereka akan terus mengawal isu ini dan siap membawa persoalan ini ke DPRD serta instansi pemerintah terkait, jika perusahaan dan aparat hukum tidak segera mengambil langkah konkret.(/*)Ir.T

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleAksi Jilid 3 DPP FKMI: Desak Penangkapan Mafia BBM, Duga Adanya Kongkalikong Aparat
Next Article Ledakan Bom di Desa Lolisang Bulukumba, BMKI Desak Polda Sulsel Copot Kasat Intel dan Babinkamtibmas

Berita Terkait:

DAERAH Agustus 16, 2026

Ribuan Warga Padati Lapangan Paddinging, Jalan Sehat Sanrobone Berlangsung Meriah.

Agustus 16, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 16, 2026

Pastikan Berjalan Aman dan Lancar Babinsa Pantau Gerak Jalan Santai Tingkat Kecamatan Mappakasunggu.

Agustus 16, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 14, 2026

Semarak HUT RI ke-81, Warga Pappa Antusias Ikuti Beragam Lomba Berhadiah Fantastis.

Agustus 14, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.