METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Kebakaran satu unit mobil Pickup Cerry diduga mengangkut BBM Subsidi jenis solar yang terjadi di Jalan Medan-Banda tepatnya didepan Mesjid Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa bukan hanya menyisakan kerugian materi, tetapi juga berdampak luas terhadap pelayanan publik. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan jaringan WiFi di sejumlah titik di Langsa Timur lumpuh total, membuat ratusan pelanggan mengeluh dan merasa dirugikan, Sabtu (07/02/2026).
Sejak kebakaran terjadi, layanan internet yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat mendadak mati tanpa kepastian. Pelanggan mengaku kehilangan akses komunikasi, pekerjaan daring terganggu, hingga aktivitas usaha kecil terpaksa berhenti karena jaringan tidak berfungsi.
Ironisnya, hingga sudah memasuki hari kedua pasca kejadian kebakaran, tidak ada penjelasan resmi yang memadai dari pihak terkait. Baik penyedia layanan internet maupun instansi berwenang dinilai lamban memberikan informasi kepada publik yang terdampak langsung.
Sejumlah warga Langsa Timur menyebut gangguan WiFi bukan pertama kali terjadi akibat insiden di lapangan. Namun kali ini dampaknya dinilai paling parah, karena terjadi secara massal dan tanpa solusi cepat. “Kami bayar tepat waktu, tapi saat bermasalah kami seperti ditelantarkan,” keluh Yuli salah satu pelanggan.
Dugaan sementara, kebakaran mobil tersebut berdampak pada jaringan kabel atau fasilitas pendukung internet yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga kini, tidak ada klarifikasi teknis yang transparan untuk menjawab keresahan masyarakat.
Kondisi ini memicu kemarahan pelanggan, terutama pelaku UMKM, pelajar, dan pekerja daring yang sangat bergantung pada koneksi internet. Mereka menilai gangguan ini mencerminkan buruknya manajemen risiko dan minimnya kesiapsiagaan penyedia layanan.
Lebih parah lagi, masyarakat menilai tidak adanya permohonan maaf terbuka maupun estimasi waktu perbaikan sebagai bentuk sikap abai terhadap hak konsumen. Keheningan pihak penyedia justru memicu spekulasi dan ketidakpercayaan publik.
Warga mendesak agar pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Gangguan internet bukan lagi masalah sepele, melainkan menyangkut layanan dasar yang berdampak langsung pada ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Jika terbukti ada kelalaian dalam pengamanan jaringan atau lambannya penanganan pascakejadian, masyarakat meminta agar pihak terkait diberikan sanksi tegas. Jangan sampai kerugian publik terus berulang tanpa ada evaluasi serius.
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak agar lebih serius menjaga infrastruktur vital. Masyarakat Langsa Timur menuntut kejelasan, tanggung jawab, dan tindakan nyata, bukan sekadar janji atau alasan teknis yang berlarut-larut,” demikian keluhan pelanggan.(DANTON) Kaperwil Aceh

