METROINFONEWS.COM |BULUKUMBA – Kasus kekerasan yang menimpa seorang perawat perempuan berinisial Ns. F di Puskesmas Gattareng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, pada Jumat (15/8/2025) menuai kecaman dari berbagai pihak.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Barisan Muda Kesehatan Indonesia (DPP BMKI), Irham Tompo, meminta aparat kepolisian bertindak tegas sesuai prinsip “Equality Before the Law” atau persamaan di hadapan hukum.
“Polres Bulukumba harus menegakkan hukum seadil-adilnya. Kekerasan terhadap tenaga kesehatan adalah bentuk pelecehan terhadap profesi sekaligus ancaman bagi keselamatan pelayanan publik,” tegas Irham, Sabtu (16/8/2025).
Insiden bermula ketika seorang peserta lomba tarik tambang dalam peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gattareng, Kabupaten Bulukumba, tiba-tiba mengalami sesak napas dan tak sadarkan diri di lapangan sepak bola Batuara. Sayangnya, di lokasi perlombaan tidak tersedia posko kesehatan.
Korban kemudian dilarikan ke IGD Puskesmas Gattareng. Meski sudah mendapat penanganan medis, pasien dinyatakan meninggal dunia. Situasi tetap kondusif hingga muncul persoalan saat keluarga hendak membawa jenazah pulang.
Pada saat itu, kedua mobil dinas Puskesmas Gattareng mobil rujukan dan mobil operasional tidak tersedia karena digunakan di lokasi berbeda untuk mendukung kegiatan HUT RI di Kecamatan Gantarang. Upaya mendatangkan unit kendaraan pengganti sedang dilakukan, namun keluarga pasien merasa tidak sabar menunggu.
Emosi yang memuncak berujung pada tindakan kekerasan. Salah satu anggota keluarga pasien diduga mendekati perawat yang sedang bertugas di IGD, lalu menampar korban hingga tersungkur ke lantai.
Pihak Puskesmas Gattareng membenarkan adanya insiden pemukulan tersebut. “Benar telah terjadi tindakan kekerasan terhadap salah seorang tenaga perawat kami pada Jumat malam pukul 18.30 WITA,” ujar perwakilan puskesmas saat dikonfirmasi, Sabtu (16/8/2025).(/*)

