METROINFONEWS.COM | ACEH BESAR – Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., beserta Pejabat Struktural memantau dan mengawasi langsung jalannya giat pembinaan kepribadian bagi ABP pada Rabu (12/2).
Pembinaan Kepribadian kali ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan karya seni yang dimiliki anak binaan sekaligus melestarikan adat budaya Aceh melalui latihan tarian Rapa’i Geleng.
Ka. LPKA Banda Aceh juga memberikan motivasi dan semangat bagi kerja keras anak binaan dalam mempelajari gerakan-gerakan baru yang dinamis, bahkan ada beberapa anak binaan yang baru mengetahui jenis tarian tersebut.

Rapai Geleng merupakan seni pertunjukan dalam wujud tarian sebagai rasa syukur atas keberhasilan dan kemakmuran dan fungsi dari tarian rapai geleng adalah syiar agama, menanamkan nilai moral dan menjelaskan tentang hidup dalam warga sosial. Tarian ini dibuat sebagai sarana dakwah yang mempunyai kekuatan untuk menarik minat penonton. Rapai Geleng lahir dan dikembangkan di wilayah Aceh Barat Daya. Rapai ini berasal dari dalail khairat yang kemudian bertransformasi menjadi rateb geleng yang terakhir menjadi dalam wujud tari Rapai Geleng. Sedangkan Rapa’i merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Aceh. Menurut sejarah dan kepercayaan masyarakat Aceh, alat musik ini diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Rifa’i yang merupakan pendiri tarikat Rifa’iyyah. Rapai biasanya dipukul atau ditabuh menggunakan tangan kosong.(FAHRUL)

