METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., bersama jajaran pejabat struktural mengikuti Pengarahan Program Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam Kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (11/11/2025) pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), bertujuan untuk menjadikan warga binaan sebagai individu yang kreatif, produktif, serta memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi sebelum kembali ke masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, hadir langsung untuk memberikan arahan dan mendengarkan paparan dari masing-masing Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS se-Indonesia. Para peserta menampilkan hasil karya seni dan keterampilan warga binaan, mulai dari kerajinan batik, mebel, hingga produk-produk kreatif lainnya yang memiliki potensi ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi produk UMKM berbasis pemasaran digital.
Dalam arahannya, Mashudi menegaskan bahwa program pemberdayaan warga binaan merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan modern. “Melalui kegiatan UMKM, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga ditanamkan mental wirausaha, tanggung jawab, dan kepercayaan diri agar siap beradaptasi kembali ke masyarakat sebagai individu produktif dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ka. LPKA Banda Aceh, Yusnaidi, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh program ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus membina dan mendampingi anak binaan agar memiliki keterampilan yang relevan dan bermanfaat, sehingga setelah bebas nanti, mereka mampu berkarya secara positif di tengah masyarakat,” ujarnya usai kegiatan.
Kegiatan pengarahan ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar-UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia dalam mengembangkan produk warga binaan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan layak dipasarkan secara nasional.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta luring dan daring, menandai semangat kolaborasi dan komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam menjalankan misi pembinaan yang humanis dan berdaya guna.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di LPKA Kelas II Banda Aceh dilaporkan aman dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti pengarahan dengan tertib dan penuh antusiasme.(FAHRUL)
