Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ahmad Daeng Se’re Serahkan Program Bedah Rumah untuk Warga Desa Jipang.

Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Humor Abu Nawas: Obat Sulit Tidur untuk Raja Harun Al Rasyid
DAKWAH

Humor Abu Nawas: Obat Sulit Tidur untuk Raja Harun Al Rasyid

By Desember 8, 2020Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Malam itu, raja Harun Al Rasyid tidak bisa tidur. Ia memejamkan mata selama beberapa menit, namun hasilnya tetap nihil. Hingga pertengahan malam, ia belum juga menguap.

Raja Harun Al Rasyid memanggil salah seorang pengawal istana. “Umumkan kepada seluruh rakyat kerajaan, barang siapa bisa membuat raja tertidur, akan diberi 10 karung koin emas!” kata raja Harun Al Rasyid.

Pengawal istana bergegas memberi isyarat kepada bawahannya agar bergerak cepat lantaran sejak sehabis shalat Isya sampai waktu menunjukan pada separuh malam, hujan gerimis belum juga berhenti.

Tak lama berselang datanglah dua orang peserta yang kebetulan pada malam itu tidak bisa tidur, mendengar penjelasan dari pengawal istana, keduanya berminat mengikuti sayembara.

Baca juga: Doa Orang gila untuk Harun Al Rasyid

Peserta pertama masuk ke dalam bilik kamar pribadi raja, menata posisi duduknya. Ia memulai dengan sebuah cerita “dahulu kala ada pemuda durhaka bernama Tsa`labah, kelakuan kurang ajarnya mengiris hati orang tuanya sampai menjelang wafat, Ia sakratul maut hingga berbulan-bulan, do`a Rasulullah pun tidak dikabulkan kecuali setelah dimaafkan dan diridhoi kedua orang tuanya”.

Sampai cerita habis, raja Harun Al Rasyid malah semakin sulit menguap lantaran menyimak dengan runtut alur cerita yang menyayat hati tersebut. Karena dianggap gagal, peserta pertama dipersilahkan pulang ke rumah. Di saat bersamaan, peserta kedua memasuki ruangan.

Peserta kedua duduk bersila di kursi yang sudah disediakan pengawal istana. Dengan percaya diri ia mulai mendongeng “Begitu cantik jelitanya ratu Balqis, membuat siapapun kepincut, termasuk para jin. namun sayang dibalik kesempurnaan parasnya, nabi Sulaiman AS mendengar kudu bahwa terdapat kutil kecil di betis sebelah kirinya.”

Penasaran dengan betis mulus ratu Balqis yang digosipkan ada kutilnya, raja Harun Al Rasyid semakin sulit tidur. Untuk yang kedua kalinya, peserta dipersilahkan kembali ke rumah.

Pusing tujuh keliling di alami para pengawal istana karena raja mereka tak kunjung bisa tidur. Di puncak kekesalan raja itulah Abu Nawas datang. Ia memberi hormat sambil menata posisi tempat duduknya.

Setelah dipersilahkan, Abu Nawas mulai berkisah “Baginda, Dulu ada seekor raja Semut yang kurang kerjaan. Ia masuk ke kuping sebelah kanan seorang yang sedang tidur, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi. Kemudian masuk ke kuping kiri, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi”.

Raja kesal mendengar kisah yang dituturkan Abu Nawas, monoton dan  tidak menarik sehingga membuatnya menguap dua kali. Ia miringkan tubuhnya membelakangi Abu Nawas. Perlahan mulai mengatupkan kedua mata dan tertidur.

Pagi harinya, Abu Nawas masuk lagi ke istana dengan mengendarai kereta bendi. 10 karung diangkat ke dalam bendi satu persatu. Penjaga pintu istana geleng-geleng kepala ketika bendi keluar pintu gerbang, Abu Nawas tidur pulas di atas tumpukan karung emas dengan suara mendekur agak keras.

Kisah ini disampaikan pada saat ngaji kitab Ihya’ Ulumuddin di pondok pesantren Langitan, Widang-Tuban-Jawa timur tahun 2015, kiai Qohwanul Adib Munawwir menerangkan kecerdikan Abu Nawas  dalam melihat situasi dan kondisi.

 

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleTokoh PA 212 Dukung Mantu Jokowi di Pilkada Medan, Bukti Politik itu Selow
Next Article Bantah Gaji Security di TPM Dibawah UMP, Ini Penjelasan PT Isma

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAKWAH Februari 4, 2026

Jelang Penyerahan SK PPPK, Sekda Langsa Turun Langsung Rapikan Barisan

Februari 4, 2026 DAKWAH
DAKWAH Januari 16, 2026

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Nursam Isi Hikmah Isra Mi’raj di Kodam Papua Selatan

Januari 16, 2026 DAKWAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.