Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Unhas Jajaki Cikoang Takalar sebagai Kawasan Pengembangan Maritim Terintegrasi.

September 27, 2026

Musyawarah Kelurahan Patte’ne Penimbunan Lapangan Secara Swadaya.      

September 24, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar Bahas KUA-PPAS 2027, Bupati Daeng Manye Hadir Langsung.

September 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»MAKASSAR»GRD Gelar Aksi Kecam Penulisan Ulang Sejarah: Desak Pencopotan Menteri Kebudayaan Fadli Zon
MAKASSAR

GRD Gelar Aksi Kecam Penulisan Ulang Sejarah: Desak Pencopotan Menteri Kebudayaan Fadli Zon

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaJuli 9, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | MAKASSAR | Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa di Jl. Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (9/07/2025), menyoroti rencana pemerintah menulis ulang sejarah Indonesia.

Aksi ini berlangsung panas dengan tuntutan keras terhadap Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, agar segera dicopot dari jabatannya.

Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan “Rakyat Bersatu Gulingkan Prabowo-Gibran” dan secara bergantian menyuarakan orasi politik yang menyoroti bahaya dari upaya revisi sejarah nasional yang dinilai manipulatif dan sarat kepentingan kekuasaan.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan GRD, Vino, menyampaikan kekhawatiran bahwa proyek penulisan ulang sejarah yang digagas pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan, berpotensi menghapus catatan penting mengenai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan kekerasan negara terhadap rakyat.

“Penulisan sejarah ini bersifat selektif dan manipulatif. Pemerintah ingin memilih mana sejarah yang ditulis, mana yang dilupakan. Ini bentuk pengkhianatan terhadap suara korban, terutama perempuan dan para aktivis yang hilang dan disiksa,” tegas Vino.

Salah satu sorotan utama dalam aksi ini adalah pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebutkan bahwa tidak ada pemerkosaan massal dalam peristiwa Mei 1998. Pernyataan ini dianggap GRD sebagai bentuk pengingkaran sejarah yang menyakitkan bagi para penyintas dan keluarga korban.

“Pernyataan Fadli Zon mencerminkan upaya sistematis pemerintah untuk cuci tangan atas kejahatan masa lalu. Ini bukan hanya revisi sejarah, tapi penghapusan sejarah,” ujar Vino.

GRD menilai rencana penulisan ulang sejarah adalah bagian dari proyek politis untuk menciptakan narasi tunggal yang mendukung kekuasaan Prabowo-Gibran dan menutupi luka sejarah bangsa.

Dalam tuntutannya, GRD mendesak:

1. Penghentian segera proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.

2. Pencopotan Fadli Zon dari jabatan Menteri Kebudayaan RI.

3. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebenaran sejarah, termasuk pelanggaran HAM berat dan kekerasan Mei 1998.

4. Keterlibatan publik, akademisi independen, dan kelompok korban dalam setiap proses penulisan sejarah.

Aksi yang berlangsung damai namun tegas ini ditutup dengan pernyataan bahwa GRD akan terus mengawal isu-isu demokrasi, keadilan, dan kebenaran sejarah. Mereka menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah kelamnya.(/*)red.ir.T

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleSatreskrim Polres Pidie Tangkap Ayah Pelaku Pemekosa Anak Tirinya
Next Article DPP FKMI ,Aksi jilid V Desak Kapolda Copot Kapolres Sinjai Yang Tidak Mampu Menangani Kasus Penyelundupan BBM

Berita Terkait:

DAERAH September 23, 2026

Rapat Paripurna DPRD Takalar Bahas KUA-PPAS 2027, Bupati Daeng Manye Hadir Langsung.

September 23, 2026 DAERAH
DAERAH September 22, 2026

Tak Sekadar Bangun Irigasi, Daeng Manye Perkuat Sarana Produksi hingga Pasca Panen Petani.

September 22, 2026 DAERAH
DAERAH September 21, 2026

Daeng manye Target Kampung Beru Jadi Desq mandiri Dalam Tiga Tahun.

September 21, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.